DENPASAR, Radar Bali-Sebanyak lima negara kepulauan, mulai dari Indonesia, Belize, Palau, Samoa, Maladewa dan Papua Nugini berkumpul di Bali. Para delegasi dari masing-masing negara akan membahas banyak hal terkait pengetahuan dalam penghitungan nilai terhadap aset sumber daya laut yang dimiliki negara kepulauan dalam event Global Ocean Accounts Partnership (GOAP).
GOAP sendiri merupakan forum kemitraan di bidang ocean accounting yang keanggotaannya bersifat non-binding atau tidak terikat perjanjian hukum. Terdapat 34 anggota GOAP yang meliputi negara termasuk Indonesia, forum antar negara, badan riset, dan swasta.
Keanggotaan Indonesia di GOAP diwakili oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan tiap negara. Event tersebut digelar di The Meru, Sanur Denpasar Selatan sejak Senin (1/7) hingga Jumat (5/7).
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP Indonesia, Victor Gustaaf Manoppo menjelaskan, beberapa hal yang dilakukan tim penyusun ocean accounts dalam kegiatan itu yakni mengukur status dan nilai moneter asset laut, mengukur aliran barang dan jasa dari laut ke ekonomi, mengukur dampak kegiatan ekonomi terhadap ekosistem laut, meningkatkan kualitas tata kelola. Selain itu juga mengukur kebijakan tata ruang, konservasi, investasi, partisipasi, memonitor, tracking dan pelaporan capaian kinerja.
“Kita kebayang sumber daya laut kita sampai saat ini belum terdata seperti apa kondisinya, berapa valuasi ekonominya. Ini menjadi tools, alat untuk mengetahui seberapa besar sumber daya kelautan yang kita miliki termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi menjadi baik atau tidak baik. Termasuk juga faktor perizinan yang diberikan pemerintah, apakah nanti bisa memberi nilai tambah yang baik atau sebaliknya,” katanya di The Meru, Sanur, Denpasar, Rabu, 3 Juli 2024).
Sebelumnya, Indonesia sebagai negara kepulauan belum pernah membuat valuasi atau penghitungan terhadap nilai aset sumber daya lautnya. Sehingga untuk pertama kalinya, Indonesia akan melakukan valuasi. Lokasi pertama yang menjadi objeknya adalah Gili Manta, yang ada di Lombok, NTB.
“Kita mulai dari hal yang menjadi model dulu di Gili Manta. Ini kawasan konservasi nasional yang harus kita jaga. Kita lihat di situ banyak juga turis datang, sementara konservasi di sana itu harus kita jaga. Nanti next ke depan kita mulai dari Aceh sampai Papua,” pungkasnya. ***
Editor : Made Dwija Putera