DENPASAR, radarbali.id -Terungkapnya parbrik/laboratorium narkotika di Gianyar, membuktikan bahwa Bali tidak baik-baik saja. Bagaimana sikap Pemprov Bali?.
Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya mengapresiasi Badan Narkotika Nasional (BNN) RI membongkar laboratorium narkotika yang beroperasi di kawasan Jalan Keliki Kawan, Desa Kelusa, Payangan, Gianyar, pada Selasa (23/7).
Parahnya laboratorium atau pabrik narkoba itu dibangun oleh warga negara asing (WNA) asal Filipina. Tempat laboratorium hanya tenda terpal berwarna hijau yang ditempatkan di area terpisah dari villa utama.
Mahendra Jaya mengaku keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia berterima kasih kepada BNN yang berhasil mengungkap kasus ini.
"Kami tidak bisa bayangkan apabila tidak terungkap berapa orang korbannya nanti yang mengonsumsi narkoba tersebut," ucapnya.
Lanjutnya, pensiunan polisi ini menyatakan ini warning. Bukan hanya untuk pemerintah tapi juga masyarakat.
"Tentu ini juga warning. Bukan hanya pemerintah, tapi juga masyarakat untuk peduli dengan lingkungan sekitar," ujar Mahendra Jaya.
Disinggung pengawasan di Bali, Mahendra Jaya menegaskan pengawasan terus dilakukan. Ia juga mengajak semua pihak, diantaranya; kepolisian, TNI, serta desa adat untuk lebih waspada.
"Yang jelas, kami percaya sama yang datang ke Bali banyak yang ingin benar-benar berwisata menikmati indahnya budaya Bali. Tetapi juga ada oknum yang bukan berwisata tapi memanfaatkan itu. Tentu kami melalui aparat penegak hukum, kepolisian, babinsa, TNI, juga desa adat bisa lebih waspada. Untuk mencegah hal-hal seperti ini terjadi," ujarnya.
Mahendra Jaya menegaskan pengawasan di Bali terus berjalan dengan baik. Tidak akan pernah berhenti "Pengawasan itu tidak kurang. Pengawasan terus berlangsung," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya pabrik narkoba tersebut memproduksi narkoba jenis baru dan langka yang sebelumnya tidak beredar di Indonesia. Bahkan alat tes urine tidak bisa deteksi. Diduga memproduksi narkoba jenis DMT dan ada juga Fentanyl.***
Editor : M.Ridwan