Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Meroket di Pasar, Kadistan Bali Klaim Harga Cabai Turun, Bagi-Bagi Bibit Cabai Gratis

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 1 Agustus 2024 | 14:30 WIB
MEROKET: Harga Cabai di pasaran tembus Rp 87 ribu perkilogram namun pejabat Bali klaim harga sudah turun
MEROKET: Harga Cabai di pasaran tembus Rp 87 ribu perkilogram namun pejabat Bali klaim harga sudah turun

DENPASAR, radarbali.id - Harga cabai meroket  di Bali  nenyentuh di harga Rp 87 ribu per kilogram. Namun, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada mengklaim sudah terjadi penurunan  harganya kisaran  Rp 60 ribu. 

Penyebab harga cabai meroket dikarenakan fokus pemerintah pada peningkatan produksi beras melalui program Peningkatan Areal Tanam (PAT). Tidak hanya terjadi di Bali tapi seluruh Indonesia. 

”Kami  bergerak terus  harga cabai untuk seluruh Indonesia naik lho karena  kita fokus ke tanaman pangan strategis, beras. Kita kan ada PAT sekarang (peningkatan areal tanam),” sebutnya.  

 Baca Juga: Badah! Ditinggal Dalam Kondisi Hamil 18 Minggu, Kadek Diah Polisikan Mantan Kekasih

Ia menjelaskan peningkatan areal tanam itu adalah IP O didorong  menjadi IP 1. IP 0 itu lahan yang tidak pernah ditanami, atau pernah ditanami di sana ada tanaman hortikultural seperti cabai dan tanaman lainnya untuk menanam padi tujuannya menutupi defisit beras.

Meski  Bali tidak mengalami defisit beras, program ini bertujuan untuk menutupi defisit beras di tingkat nasional. ”Secara nasional masih defisit. Itu IP 1 kita dorong menjadi IP 2. Di Tabanan itu sawah tadah hujan itu banyak sekali, 1.600 tadah hujan. Itu yang kami dorong menjadi IP 2,”bebernya. 

Sambungnya, IP 1  dalam setahun hanya satu kali penanaman padi, didorong menjadi dua kali penanaman padi. Caranya dengan  bantuan pompanisasi serta irigasi perpompaan (irpom). Padi adalah tanaman air tanoa aur tidak akan bisa hidup. “Intinya  mendorong beras supaya swasembada beras," jelasnya. 

 Baca Juga: Tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kapolda Bali Baru Disambut Tradisi Tepung Tawar

Pengaruh meningkatnya harga cabai  juga disebabkan  hari raya di Bali dan upacara adat. Mengakali lonjakan harga cabai,  Pemerintah Provinsi Bali membagikan bibit cabai secara gratis ke sekolah-sekolah. ”Sekarang sudah turun kok, aman,”katanya.

 Program penanaman cabai di sekolah-sekolah sesuai surat edaran (SE)  tentang menanam tanaman cepat panen. Mengembangkan cabai di sekolah-sekolah supaya anak tahu cara menanam. 

Pembagaian sebanyak 50 bibit cabai per sekolah. ”Untuk sekolah-sekolah kami kasih 50 (bibit) cabai. Tadi kami menyerahkan 200 bibit cabai untuk SMA 5 (Denpasar),” ungkapnya.

 Baca Juga: Dokter Pria Bungkam Soal Aksi Bejat di RSUP Prof Ngoerah, Sebut Sanksi Tak Seimbang, dr. NGGNU, S.Ked Ringan dan dr. SPY., S.Ked Berat

Sunada yakin  harga cabai akan segera stabil pemerintah terus bergerak karena  tanaman cabai panennya berulang. ”Ya paling seminggu dua minggu sudah turun,” katanya.***

 

Editor : M.Ridwan
#mahal #harga cabai meroket #Kadis pertanian #bali