DENPASAR, radarbali.id - Harga cabai meroket di Bali nenyentuh di harga Rp 87 ribu per kilogram. Namun, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada mengklaim sudah terjadi penurunan harganya kisaran Rp 60 ribu.
Penyebab harga cabai meroket dikarenakan fokus pemerintah pada peningkatan produksi beras melalui program Peningkatan Areal Tanam (PAT). Tidak hanya terjadi di Bali tapi seluruh Indonesia.
”Kami bergerak terus harga cabai untuk seluruh Indonesia naik lho karena kita fokus ke tanaman pangan strategis, beras. Kita kan ada PAT sekarang (peningkatan areal tanam),” sebutnya.
Baca Juga: Badah! Ditinggal Dalam Kondisi Hamil 18 Minggu, Kadek Diah Polisikan Mantan Kekasih
Ia menjelaskan peningkatan areal tanam itu adalah IP O didorong menjadi IP 1. IP 0 itu lahan yang tidak pernah ditanami, atau pernah ditanami di sana ada tanaman hortikultural seperti cabai dan tanaman lainnya untuk menanam padi tujuannya menutupi defisit beras.
Meski Bali tidak mengalami defisit beras, program ini bertujuan untuk menutupi defisit beras di tingkat nasional. ”Secara nasional masih defisit. Itu IP 1 kita dorong menjadi IP 2. Di Tabanan itu sawah tadah hujan itu banyak sekali, 1.600 tadah hujan. Itu yang kami dorong menjadi IP 2,”bebernya.
Sambungnya, IP 1 dalam setahun hanya satu kali penanaman padi, didorong menjadi dua kali penanaman padi. Caranya dengan bantuan pompanisasi serta irigasi perpompaan (irpom). Padi adalah tanaman air tanoa aur tidak akan bisa hidup. “Intinya mendorong beras supaya swasembada beras," jelasnya.
Baca Juga: Tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kapolda Bali Baru Disambut Tradisi Tepung Tawar
Pengaruh meningkatnya harga cabai juga disebabkan hari raya di Bali dan upacara adat. Mengakali lonjakan harga cabai, Pemerintah Provinsi Bali membagikan bibit cabai secara gratis ke sekolah-sekolah. ”Sekarang sudah turun kok, aman,”katanya.
Program penanaman cabai di sekolah-sekolah sesuai surat edaran (SE) tentang menanam tanaman cepat panen. Mengembangkan cabai di sekolah-sekolah supaya anak tahu cara menanam.
Pembagaian sebanyak 50 bibit cabai per sekolah. ”Untuk sekolah-sekolah kami kasih 50 (bibit) cabai. Tadi kami menyerahkan 200 bibit cabai untuk SMA 5 (Denpasar),” ungkapnya.
Sunada yakin harga cabai akan segera stabil pemerintah terus bergerak karena tanaman cabai panennya berulang. ”Ya paling seminggu dua minggu sudah turun,” katanya.***
Editor : M.Ridwan