Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Waspada! Beredar Informasi Akan Ada  Gempa Megathrust, Ini Kata Kepala BPBD Bali  

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 18 Agustus 2024 | 01:53 WIB

 

ilustrasi gempa-Jawa Pos.com
ilustrasi gempa-Jawa Pos.com

DENPASAR, Radarbali.id- Ada informasi  akan ada gempa megathrust berkekuatan  9,0 skala richter. Kepala, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, Made Rentin mengatakan  informasi tersebut jadi peringatan dini dan untuk kesiapsiagaan semua. BPBD Bali telah melakukan upaya mitigasi.

 

”Di seluruh dunia, di semua daerah pun berpotensi terjadinya gempa, ketika BMKG memetakan Bali sebagai salah satu yang berpotensi terjadinya megathrust. Kami di BPBD melakukan berbagai upaya mitigasi dan kesiapsiagaan,” ujar Made Rentin ujarnya, Sabtu 17 Agustus 2024

 

Langkah BPBD Bali melakukan  sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Diminta masyarakat jangan panik karena gempa tidak hanya berpotensi di Bali saja.  ”Apalagi Indonesia lebih-lebih Bali yang notabene berada di dalam Ring of Fire,” jelasnya.

 Baca Juga: Sempat Kagetkan Warga, Dampak Gempa 5,0 SR di Jembrana Dipastikan Nihil

Sejak 2019, pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan program inovatif berupa Hari Simulasi Bencana (HSB) setiap tanggal 26 di setiap bulan.  Melibatkan unsur pemerintah dan lembaga terkait, diminta untuk melakukan simulasi. Di dalamnya ada  latihan, melatih diri, melatih personel, memastikan semua peralatan dan logistik berfungsi dengan baik

 

“Simulasi itu kata kunci untuk melatih diri ketika tiba-tiba tidak diminta gempa terjadi. Masyarakat kita tidak panik, di satu sisi tahu strategi penyelamatan diri,” katanya.

 

Selain itu, Made Rentin juga menyarankan masyarakat untuk tidak berlari keluar saat gempa terjadi.  Pihaknya mengatakan biasanya  masyarakat panik, terutama anak sekolah saat  terjadi gempa

 Baca Juga: Rawan Bencana, Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami akan Digelar di Klungkung

“Sedapat mungkin ketika gempa terjadi, kita berupaya tidak berada di dalam gedung, berupaya untuk keluar melakukan evakuasi, berkumpul di safe point atau titik kumpul yang telah disediakan,” terangnya.

 

Bagi masyarakat yang tinggal di pesisir, Made Rentin mengimbau untuk selalu waspada dan mengikuti perkembangan informasi. Dengan aplikasi seperti Inarisk Personal dan Info BMKG, masyarakat dapat menerima notifikasi terkait kejadian gempa dan potensi ancaman lainnya secara real-time.

 

 “Secara personal di HP kita akan mendapat notifikasi terjadi gempa dengan kekuatan sekian skala richter, dengan jarak dan kedalaman di titik koordinat tertentu, dan berpotensi atau tidak berpotensi terjadi tsunami,” papar Rentin. ***

 

 

 

Editor : Made Dwija Putera
#mitigasi #BPBD Bali #gempa megathrust adalah #megathrust