Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Usai Dilantik, Ramai-ramai Dewan Bali “Sekolahkan” SK Pengangkatan, Ini Nominal Jumlah Pinjamannya  

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 9 September 2024 | 02:34 WIB

 

PELANTIKAN: Kegiatan Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah/ Janji Anggota DPRD Bali masa jabatan 2024-2029 di Ruang Sidang Utama, DPRD Bali,  Senin 2 September 2024.
PELANTIKAN: Kegiatan Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah/ Janji Anggota DPRD Bali masa jabatan 2024-2029 di Ruang Sidang Utama, DPRD Bali, Senin 2 September 2024.

DENPASAR, Radarbali.id- Tidak menjadi rahasia umum, ada anggota DPRD “sekolahkan” atau menggadaikan surat keputusan (SK) pengangkatannya di bank. Begitu juga para Anggota DPRD Bali, setelah dilantik 2 September, Dewan Bali yang lama petahana telah menggadaikan SK untuk pinjaman. Sedangkan untuk anggota Dewan baru  belum ada anggota baru yang mengajukan.

 

Sekretaris DPRD Bali I Gede Indra Dewa Putra dikonfirmasi mengatakan, baru dewan yang lama atau petahana menggadaikan SK untuk pinjaman di bank. Sedangkan dewan baru belum ada  yang menggadaikan SK-nya. Alasan mereka menggadaikan SK, uang pinjaman tersebut digunakan untuk bisnis dan juga ada renovasi rumah. Jumlah nominal pinjamannya bervariasi dari Rp mulai Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar.

 

Gede Indra menyatakan, tidak hanya dewan saja meminjam uang dengan menggadaikan SK, tapi juga pegawai negeri sipil (PNS) juga ada. ”Banyak (pinjam). Bukan hanya anggota dewan. PNS juga ada. Yang baru (dewan) belum ada. Kan saya ikut tanda tangan,” ujarnya Minggu 8 September 2024.

 Baca Juga:   Usai Jadi Ketua DPRD Bali, Kekayaan Adi Wiryatama Meningkat, 55 Anggota Dewan Dilantik, Dewa Jack dan Disel Jabat Pimpinan Sementara

Sayangnya Gede Indra mengakui tidak hafal berapa jumlah anggota dewan yang meminjam. Namun untuk pembayaran pinjaman dengan cara pemotongan gaji. ”Yang baru belum ada mengajukan pinjaman ke bank BPD, biasanya kan di bank BPD. Kalau (dewan) yang lama ada,” ucapnya.

 

Disinggung apakah ada yang pinjam untuk kampanye. Gede Indra menjelaskan, pengajuannya langsung ke bank. Sepengetahuannya tidak ada alasannya untuk kampanye, karena pasti akan ditolak oleh bank. ”Kalau untuk kampanye biasanya ditolak. Biasanya anggota dewan usaha ya perkembangan usaha karena sebagian anggota dewan orang bisnis,” ucapnya.***

 

 

Editor : Made Dwija Putera
#pinjaman bank #dewan bali #gadaikan sk dprd #dprd bali