Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

TPST Ditutup, Sampah Kembali Ditumpuk dan Menggunung, Investor Tiongkok Belum Jelas Menggarap

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 2 Oktober 2024 | 16:39 WIB
DITUTUP: TPST di Denpasar ditutup, sampah kembali hanya ditumpuk tanpa diolah ke TPA Suwung
DITUTUP: TPST di Denpasar ditutup, sampah kembali hanya ditumpuk tanpa diolah ke TPA Suwung

 DENPASAR,radarbali.id-  Tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) resmi ditutup, karena Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar memutus kontrak pengelola Bali CMPP. Penanganan sampah kembali hanya ditumpuk di TPA Suwung.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Bali  Dewa Made Indra mengatakan, ada perusahaan swasta dari luar negeri tertarik melakukan penanganan sampah, tapi  baru sekadar penjajakan. Terakhir yang melakukan pendekatan   terakhir perusahaan asal Tiongkok berencana berinvestasi, hanya saja  belum ada kelanjutan.

”Mereka baru melakukan pendekatan.-pendekatan. Baru cek lokasi kemudian, ya baru mempelajari sajalah potensi-potensi. Tidak bisa langsung invest gitu ya. Mereka  pasti cek lokasinya, cek volume sampahnya,” ungkap Dewa Indra saat ditemui, Senin (30/9) lalu.

 Baca Juga: De Gadjah Janjikan Luncurkan Seribu Startup Berbasis Pariwisata dan UMKM Pilih Mulia-PAS Pasti Linier dengan Prabowo-Gibran

Dewa Indra meminta jangan berbicara mulai bekerjanya, karena baru  sekadar penjajakan. Calon investor harus melakukan kajian. Seperti mengetahui kondisi TPA Suwung, dan juga jumlah volume sampah setiap harinya.

Setelah melakukan kajian, teknologi apa yang akan digunakan untuk penanganan sampah di Bali.”Itu mereka harus cek lapangan. Jadi harus ada kesimpulan,” ucapnya.

Sampah yang ditangani oleh investor   kemungkinan seluruh Bali, bukan pengganti pihak ketiga untuk mengelola TPST yang ada di Denpasar. Karena kalau menggantikan TPST Kesiman kertalangu, menurut Dewa Indra  terlalu kecil ruang lingkupnya.

Perusahaan swasta yang akan berinvestasi untuk membereskan sampah dan  akan memakai teknologi   lebih advance."Maka dari itu,  tentunya  mencari volume sampah lebih besar. Masih penjajakan,” jelas Birokrat asal Singaraja ini.

Dewa Indra menekankan, rencana pengelolaan sampah dilakukan untuk bisa menutup TPA Suwung. Untuk melakukan itu masih banyak harus dilakukan, mulai menentukan lokasi  pengelolaan sampah dan pemilihan teknologi yang digunakan.

Lebih lanjut juga Dewa Indra menekankan, rencana investasi ini harus jelas supaya Bali punya tempat pengolahan yang modern, memiliki kapasitas menyerap semua produksi sampah serta teknologi bagus dan biaya murah.

Seperti diketahui sebelumnya ada rencana penggunaan incinerator atau membangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). 

Sementara soal sampah di Denpasar, katanya Wali Kota Denpasar sudah memikirkan akan ke mana sampah dibawa.

”Sampah di Bali isu krusial ditangani,”cetusnya.  Lanjut Dewa Indra menyatakan, TPST ditutup sementara, sembari  Wali Kota Denpasar mencari pihak ketiga untuk  yang memiliki kesanggupan lebih tinggi untuk mengelola sampah.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah  dengan Kepala UPTD Pengelolaan  sampah Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali  Ni Made Armadi membenarkan sejak  TPST ditutup sampah kembali ditumpuk.

Tidak ada pengelolaan sampah lagi.”Nggih sampah dibawa ke TPA semua. Pengolahan sampah menjadi yang lain belum ada. Masih sebatas pengelolaan dengan metode control landfill,” jelasnya saat dihubungi kemarin (1/10/2024). ***

Editor : M.Ridwan
#ditutup #TPST Kesiman Kertalangu #bali cmpp #tpa suwung #sampah menumpuk #radarbali