Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sepanjang Tahun 2023 Terjadi 135 Kasus Bunuh Diri di Bali, Nyoman Parta Minta Kepala Daerah Lebih Serius Bertindak

Ida Bagus Indra Prasetia • Kamis, 3 Oktober 2024 | 17:55 WIB
ilustrasi bunuh diri - Jawa Pos.com
ilustrasi bunuh diri - Jawa Pos.com

GIANYAR, Radar Bali.id - Anggota DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Parta, baru saja dilantik. Ia pun memaparkan sejumlah persoalan yang terjadi di Bali. 

Dimulai dari kasus bunuh diri di Bali cukup tinggi. Data tahun 2023, d Bali tercatat ada 135 orang mengakhiri hidupnya dengan sengaja.

Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di nasional bahkan Gianyar menempati tertinggi di Bali. Sementara diperkirakan ada banyak yang gagal bunuh diri namun tak tercatat.

Fenomena ini diungkap I Nyoman Parta, ia pun minta calon Bupati dan Wakil Bupati Gianyar untuk membuat program konkrit mengatasi masalah tersebut. 

Parta melihat fenomena ini terjadi karena faktor pergeseran gaya hidup masyarakat yang dulunya guyub sekarang lebih ke individual.

 ”Sehingga ketika ada permasalahan mereka cenderung akan merasa sendiri,” ujarnya ditemui Radar Bali, Rabu (2/10/2024).  

Pergeseran gaya hidup tersebut akibat dampak dari pariwisata dan sistem pengupahan tenaga kerja yang tidak adil.

”Masyarakat Bali khususnya Gianyar sebagai daerah pariwisata terkana imbas harga kemahalan. Nasi lawar yang depan rumah saat ini harganya sudah diangka 25 ribu, padahal tidak semua masyarakat yang membeli nasi tersebut bekerja di pariwisata. sementara pengupahan tidak mengunakan standar tersebut belum kebutuhan lain. Himpitan ekonomi tinggi, Bali memiliki risiko stres tinggi,” jelasnya. 

Di sisi lain BPJS di Bali tidak menanggung mereka yang gagal bunuh diri. ”Tidak ada penanganan pasca gagal bunuh diri. RS tidak mau nerima percobaan bunuh diri, karena tidak ditanggung BPJS. Kalau di Bogor itu nanggung, di Gianyar gak nanggung, di Badung gak nanggung, artinya tidak ada yang memperhatikan itu,” ujarnya. 

Diakui persoalan ini pekerjaan teman-teman DPR. ”Bayangkan gumi amonto (dunia segitu luas) jumlah penduduk 4,3 juta, yang berhasil bunuh diri 135. Belum yang gagal bahkan mungkin tertunda. Apa kita semua ini sehat?” ujarnya. 

Harus mulai ada psikolog yang masuk mendampingi untuk terapi. Ia minta fenomena tersebut harus disikapi oleh calon bupati Gianyar dan Gubernur Bali. [*]

Editor : Hari Puspita
#bunuh diri #Nyoman Parta #ulah pati #gianyar