Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bus Trans Metro Dewata Tamat, Akui Anggaran Besar Tidak Mampu Hanya dengan APBD Bali, Dewan Minta Begini

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 2 Januari 2025 | 17:10 WIB
STOP BEROPERASI: Sebuah Bus Trans Metro Dewata (TMD) saat berhenti di halte depan Pasar Kreneng Denpasar, beberapa waktu lalu
STOP BEROPERASI: Sebuah Bus Trans Metro Dewata (TMD) saat berhenti di halte depan Pasar Kreneng Denpasar, beberapa waktu lalu

DENPASARradarbali.jawapos.com Meski polemik begitu kencang, namun Pemerimntah Pusat tetap menghentikan operasional Bus Trans Metro Dewata (TMD) per  1 Januari 2025.

Anggota DPRD Bali I Nyoman Suyasa sangat menyesalkan bus Trans Metro Dewata (TMD) berhenti beroperasi.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, diakui memang soal pendanaan TMD  merupakan kewenangan pusat bukan kewenangan Pemerintah Provinsi Bali.

"Sangat disayangkan juga kalau Trans Metro Dewata dihentikan oleh pusat walaupun belum maksimal sekali, tapi paling tidak bisa mengurangi penggunaan mobil pribadi sehigga mengurangi kemacetan dan mengurangi emisi," terang Suyasa. 

Ia menyadari, TMD ini sudah mulai dilirik  oleh masyarakat, terutama rute ke bandara. Ditambah  harga yang  murah dan penumpang juga mendapat kenyamanan.

"Tarif murah, kita bisa nyantai di bus," selorohnya. 

 Baca Juga: Akhirnya Bus Trans Metro Dewata Tamat, Namun Koster Akan Lakukan Langkah ini Setelah Dilantik

Pria yang juga Ketua Komisi III DPRD Bali ini menyatakan,  mengatasi masalah  ini  Komisi III  DPRD Bali mendorong supaya Dinas Perhubungan melalukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan.

"Komisi III pihak terkait dalam hal Dinas Perhubungan Bali melakukan kordinasi dengan Kementerian Perhubungan," ucapnya. 

Disinggung soal Pemprov Bali alokasikan anggaran untuk TMD? Suyasa mengamini anggaran operasional "Bus Tayo" itu sangat besar sehingga tidak mampu dibiayai Pemprov sendiri.

Oleh karena itu, pentingnya  harus  berkordinasi dengan pusat agar bisa permasalah ini secepatnya ada jalan keluar

"Ya anggaran yang dibutuhkan sangat besar per tahun untuk mengelola itu dan saya kira pemprov belum mampu ya," katanya. 

Di lain sisi ada isu, Pemerintah Pusat hentikan pendanaan  TMD  dikaitkan dengan politik, karena cagub terpilih tidak satu komando? Suyasa enggan menanggapi dan tidak ingin beropini.

"Wah kalo yang itu(Tidak satu komando) saya  kurang tahu, saya. Saya tidak mau berandai-andai dan tidak mau beropini," pungkasnya dibarengi dengan ketawa. ***

Editor : M.Ridwan
#bus trans metro dewata #TMD #berhenti operasi #Dinas Perhubungan #dprd bali