Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tips Pakaian Tradisional Bali untuk Upacara Adat: Jangan Salah Pilih Warna!

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 9 Januari 2025 | 11:43 WIB
BERWIBAWA: Salah satu payas khas Bali yang agung untuk upacara pernikahan
BERWIBAWA: Salah satu payas khas Bali yang agung untuk upacara pernikahan

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Bagi krama Bali, pakaian tradisional bukan sekadar alat menutupi badan, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam.

Busana tradisional mencerminkan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan atau tri hita karana.

Karena itu, pakaian tradisional menjadi salah satu unsur penting dalam upacara adat di Bali, baik upacara adat keagamaan maupun upacara adat yang beraspek sosial.

Ada tiga jenis busana tradisional di Bali: payas agung, payas madya, dan payas alit.

Payas Agung

Payas agung merupakan pakaian paling mewah yang digunakan khusus untuk upacara pernikahan, kedewasaan (munggah deha), ngaben (pitra yadnya), potong gigi (mesangih), dan sebagainya. Wastra yang digunakan biasanya berwarna putih, merah, dan emas.

Pada wanita, atasan payas agung berupa stagen (angkin prada), selendang, dan kain songket semata kaki. Aksesoris yang digunakan adalah mahkota berwarna emas dan tiga jenis bunga, yakni kenanga, cempaka putih, dan cempaka kuning.

Sedangkan payas agung pada pria berupa kain songket dan jas beludru motif prada. Pria juga mengenakan kain kamen, kampuh, umpal keemasan, dan ikat kepala udeng keemasan.

Payas Madya

Payas madya lazim digunakan untuk upacara keagamaan, seperti beribadah ke pura, upacara kremasi, dan upacara perayaan hari besar agama.

Payas madya untuk perempuan berupa kain kamen yang diikat melambangkan pe pengendalian emosi, bulang, kebaya, selendang, dan gaya rambut pepusungan.

Bagi wanita yang belum menikah memakai gaya rambut yang setengah tergerai atau pusung gonjer. Sedangkan wanita yang sudah menikah menggunakan gaya ikatan sepenuhnya dengan model kupu-kupu atau sulinggih.

Sedangkan pria memakai kampuh, kamen, umpal, kwaca, dan udeng. Ada tiga jenis udeng, yakni udeng jejateran untuk pesembahyangan, udeng dara kepak untuk raja, dan udeng beblatukan untuk pemangku agama.

 

Payas Alit

Payas alit atau payas nista adalah pakaian adat sehari-hari yang terdiri dari kemeja putih, kamen, dan udeng.

  1. Beda Upacara Adat Beda Jenis Busana

Jenis upacara adat di Bali memiliki karakteristik tersendiri, yang memengaruhi jenis dan cara berpakaian. Penting untuk mengetahui jenis acara yang akan dihadiri agar dapat memilih pakaian yang tepat. 

  1. Pemilihan Kebaya dan Kain Kamen

Kebaya adalah elemen utama pakaian adat Bali. Pilihlah kebaya yang sesuai dengan bentuk tubuh, tidak terlalu ketat, menutup pundak, dan terbuat dari bahan yang nyaman seperti brokat atau katun. Kebaya biasanya dipadukan dengan kamen (kain sarung tradisional) yang dililitkan di pinggang. 

  1. Warna Pakaian

Warna dalam pakaian adat Bali memiliki makna tertentu. Putih melambangkan kesucian dan sering digunakan dalam upacara keagamaan. Emas melambangkan kemuliaan dan keagungan. Serta hitam melambangkan keteguhan. Sesuaikan warna pakaian dengan konteks upacara adat yang dihadiri.

  1. Lilit Kamen dengan Tepat

Pada perempuan, lilitan kamen harus dimulai dari kanan ke kiri serta menutupi pinggang hingga mata kaki. Selendang (senteng) dililitkan di pinggang sebagai simbol pengendalian diri.

Pada pria, kamen dililit dari kiri ke kanan dengan tinggi sejengkal di atas mata kaki.

  1. Aksesori Pelengkap

Aksesori menjadi pelengkap penting dalam pakaian adat Bali. Untuk perempuan, aksesori meliputi tambahan bunga di rambut, gelang, anting, dan cincin, dan mahkota dalam acara tertentu. Sedangkan aksesoris untuk pria adalah keris yang menjadi simbol kehormatan dan tanggung jawab.

Patut diingat bahwa pakaian adat adalah bagian dari rasa cinta dan penghormatan terhadap budaya Bali yang kaya filosofi.***

Editor : M.Ridwan
#payas #pakaian tradisional #bali