DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Menyusul kelangkaan gas melon tabung 3 kilogram di ecerarn, penjual nasi Jinggo di Kuta memilih memakai kayu bakar untuk memasak.
Romli sudah tiga hari keliling mencari Gas LPG 3 kilogram, tapi hasilnya nihil.
Ia terpaksa memakai kayu memasak air untuk makan sehari-hari dan jualan.
Romli mencari kayu bakar di Pantai Kelan. Bahkan, diakuinya sulit juga mendapatkan kayu, sempat mendapat teguran saat mencari kayu.
Ia berharap tidak ada lagi kelangkaan gas elpiji bersubsidi. Sebab, dengan memakai kayu bakar jumlah produksi dagangan berkurang dan berdampak pada perolehan omzet.
"Saya sudah cari gas sampai Pemogan keliling tidak dapat," ucapnya.
Dengan memakai kayu bakar, diakuinya membutuhkan waktu lama dan sangat menyulitkannya.
"Terpaksa memakai kayu bakar, karena tiga hari tidak mendapat Gas Elpiji 3 Kilogram," terangnya.
Pria asal Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku tidak mampu membeli gas elpiji 12 kilogram.
Sebab, harganya selangit menurutnya tidak akan balik modal."Tidak bisa dengan 12 kg tidak nutup usahanya," katany. ***
Editor : M.Ridwan