Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tak dapat Gas Melon, Penjual Nasi Jinggo Terpaksa Memasak Pakai Kayu Bakar

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 5 Februari 2025 | 13:05 WIB

 

KEMBALI KE TRADISI: Romli menyalakan kayu bakar di tungku karena sudah tiga hari keliling mencari Gas LPG 3 kilogram
KEMBALI KE TRADISI: Romli menyalakan kayu bakar di tungku karena sudah tiga hari keliling mencari Gas LPG 3 kilogram

DENPASARradarbali.jawapos.com – Menyusul kelangkaan gas melon tabung 3 kilogram di ecerarn, penjual nasi Jinggo di Kuta memilih memakai kayu bakar untuk memasak.

Romli sudah tiga hari keliling mencari Gas LPG 3 kilogram, tapi hasilnya nihil.

Ia terpaksa memakai kayu memasak air untuk makan sehari-hari dan jualan. 

Romli mencari kayu bakar di Pantai Kelan. Bahkan, diakuinya sulit juga mendapatkan kayu, sempat mendapat teguran saat mencari kayu. 

Ia berharap tidak ada lagi kelangkaan gas elpiji bersubsidi. Sebab, dengan memakai kayu bakar jumlah produksi dagangan berkurang dan berdampak pada perolehan omzet.

"Saya sudah cari gas sampai Pemogan keliling tidak dapat," ucapnya. 

Dengan memakai kayu bakar, diakuinya membutuhkan waktu lama dan sangat menyulitkannya.

"Terpaksa memakai kayu bakar, karena tiga hari tidak mendapat Gas Elpiji 3 Kilogram," terangnya. 

Pria asal Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku tidak mampu membeli gas elpiji 12 kilogram.

Sebab, harganya selangit menurutnya tidak akan balik modal."Tidak bisa dengan  12 kg tidak nutup usahanya," katany. ***

 

Editor : M.Ridwan
#gas elpiji #Nasi Jinggo #langka #kayu bakar #Kelangkaan LPG 3 kg