DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Presiden Prabowo Subianto sedang melakukan penghematan besar-besaran. Program yang tidak urgen tentunya dipangkas.
Salah satu yang terdampak adalah Provinsi Bali karena transfer daerah dipotong 50 persen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRKIM) Provinsi Bali Nusakti Yasa Wedha membenarkan, efisiensi belanja anggaran, program kerja dan rencana pembangunan infrakstruktur di Bali juga ikut terdampak.
Terlebih banyak rencana mercusuar diantaranya, Tol Gilimanuk -Mengwi dan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung, serta kelanjutan Tower Turyapada.
Pemprov Bali seperti akan menyisir kembali program-program atau pembangunan infrastruktur yang dapat ditunda atau dibatalkan.” Tentunya berdampak,” ucap Nusakti.
Untuk efisiensi belanja anggaran, pemerintah Provinsi Bali memangkas program-program atau pembangunan yang dirasa tidak terlalu urgen.
”Tentunya akan melakukan langkah-langkah penyesuaian kembali terhadap rencana pembangunan yang sudah direncanakan,” terang Nusakti.
Sementara itu, sumber pendapatan Pemprov Bali masih mengandalkan pajak kendaraan bermotor (PKB). Adapun target PAD 2025 sejumlah Rp. 3.581.371.604.823,00.
Dikonfirmasi dengan Plt. Kepala Bapenda Provinsi Bali, I Wayan Budiasa pada, mengatakan, terdapat beberapa upaya yang akan dilakukan untuk mencapai peningkatan target 20 persen dibandingkan sebelumnya.
Bapenda Bali akan gencar sosialisasi secara massif terkait opsen pajak, samsat keliling, samsat drive thru.
”Kami akan lakukan door to door menggaet wajib pajak, operasi gabungan, samsat Kerthi, dan pesan di WhatsApp Blast,” beber Budiasa.***
Editor : M.Ridwan