DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Gubernur Bali terpilih Wayah Koster pada periode kedua ini tak akan main-main dalam membumikan aksara Bali merupakan warisan leluhur. Setelah mengeluarkan peraturan gubernur untuk pemakaian aksara Bahasa Bali, periode ini akan lebih digencarkan.
Politisi asal Sembiran, Buleleng akan lebih meminta perusahaan swasta menggunakan aksara Bali. Tidak hanya sekadar penggunaannya, tapi tata letaknya harus sesuai, yakni di atas huruf latin.
Itu dia sampaikan saat rangkaian seminar berjudul Aksara ring Dunia Digital Font Aksara Bali Panglimbak miwah Pawigunan, merupakan rangkaian Bulan Bahasa Bali VII 2025, Sabtu di Art Center (15/2). Koster diundang menjadi keynote speaker.
”Saya ancang -ancang tancap gas pergunakan Aksara Bali secara masif naik konvensional dan digital. Lembaga swasta didorong guna aksara Bali. Kalau tidak tertib perusahaan perizinan dicabut diberikan record perusahaan tidak baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut dijelaskan, dengan adanya Pergub nomor 80/2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali ternyata belum membuat masyarakat masif menggunakan aksara.
Padahal menurut Koster, harus bersyukur diberikan warisan aksara dan juga Bahasa Bali. Tidak semua negara memilikinya.
”Warisan leluhur dimuliakan makanya ditaruh di atas jangan ditaruh di bawah. Sudah syukur kita cantumkan aksara latin di China tidak ada, luar biasa ini ditiru,”ujarnya.
Koster menuturkan aksara merupakan pertanda peradaban yang kuat, seperti Jepang, Korea, Arab. Ia meyakini dari Sejarah pengembangan bangsa-bangsa, di dunia pencapaian kemakmuran negara.
” Saya meyakini dari sejarah pengembangan bangsa-bangsa di dunia pencapaian kemajuan negara itu bangsa memiliki peradaban yang kuat,” terang Ketua DPD PDIP Bali.
Seharusnya masyarakat bersyukur diwarisi penglingsir, langsung diberikan tanpa perlu membuat.”Harus bersyukur kita tidak bikin tapi diberikan. Harusnya bangga,” harapnya. (feb)
Editor : Rosihan Anwar