DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Rencana pembangunan di Bali yang digadang-gadang selama ini tidak masuk dalam 77 proyek strategis nasional (PSN) berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) berdasarkan Perpres Nomor 12/2025.
Tol Gilimanuk-Mengwi yang telah groundbreaking tahun 2022 tidak ada kejelasan. Di samping itu rencana Bandara Bali Utara juga sama sempat masuk PSN, tapi dicoret pada tahun 2024.
Ketua Komisi III DPRD Bali yang membidangi infrastruktur I Nyoman Suyasa beranggapan Bali sedikit mendapatkan “kue-kue” proyek strategis nasional (PSN) karena kurangnya komunikasi antara Pemerintah Provinsi Bali dengan pemerintah pusat.
Dalam perpres Bali hanya mendapatkan dua rencana pembangunan yaitu di Pengambengan, Jembrana dan penanganan sampah di Denpasar.
Menurutnya, kemungkinan kesibukan pemprov Bali sehingga kecolongan.”Perlu komunikasi dan koordinasi terus dengan pusat sehingga tahun depan siapa tahu ada PSN. Itu kan setiap tahun berubah sesuai dengan keputusan presiden. Kan ada keppres. Keppres itu setiap tahun berubah jadi otomatis PSN juga berubah,” terang Politisi asal Partai Gerindra ini.
Lebih lanjut dikatakan, dalam pembangunan Bali tidak bisa dilakukan dengan seorang diri atau satu partai. Dibutuhkan sinergi dengan ketua partai lainnya dan para tokoh yang memiliki jaringan ke pusat.
”Proyek skala nasional melibatkan banyak orang. Tokoh-tokoh para stakeholder legislatif dan ketua partai diajak rembug lah,” sarannya.
“Diajak rembug karena untuk mengelola Bali tidak bisa satu partai ya ajaklah ngobrol diskusi ketua partai dan para tokoh masyarakat stakeholder sehingga nanti punya peluang ya katakan jaringan di pusat bisa PSN ke Bali bermacam,” imbuhnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Bali akan memanggil eksekutif untuk berembug bagaimana arah pembangunan Bali khususnya realisasi janji-janji pembangunan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.
”Ya tentu komisi tiga melakukan itu memanggil eksekutif ajak berembug diskusi begitulah supaya tidak kecolongan lagi,” tegasnya.
Suyasa menambahkan, Komisi III akan terus mendorong Pemerintah Provinsi Bali untuk membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat.
Sebab dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, Bali akan diperhatikan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk diberikan pembagian pembangunan infrastruktur.
”Kami yakin berakhir juga untuk tol Gilimanuk dan Mengwi. Sesuai dengan namanya proyek strategis nasional. Proyek itu strategis prioritas dari segi anggaran waktu dan efek ditimbulkan proyek itu ke masyarakat.Eksekutif dan legislatif bagaimana caranya membangun komunikasi dan hubungan lebih baik ke pusat. Sehingga PSN kembali tahun depan ke Bali,” tandasya.
Dikonfirmasi terpisah, berkaitan dengan rencana pembanguna bandara Bali Utara yang juga tidak masuk PSN.
Ketua Komisi II DPRD Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih atau yang akrab disapa Ajus Linggih justru optimistis pembangunan Bandara Bali Utara akan terwujud. Lantaran pembangunannya akan memakai skema investasi.
“Saya pribadi sudah ketemu dengan Deputi di Kemenko Infrastruktur untuk membahas (Bandara Bali Utara) hal ini. Mungkin tidak masuk PSN karena investasinya swasta,” terang politikus asal Buleleng ini
Lebih lanjut diterangkan, pemerintah pusat tidak menghalangi pembangunan Bandara Bali Utara. Bahkan, mendukung adanya bandara baru di Bali. Hanya saja saat ini masih perlu pengkajian.
“Dari pemerintah tidak ada menghalangi. Bahkan mendukung. Tapi ada beberapa hal yang masih harus dikaji,” tandasnya.***
Editor : M.Ridwan