DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Tahun 2025 ini dua Hari Raya besar nasional waktunya beririsan. Yakni Nyepi dan Idul Fitri.
Hari Raya Nyepi 29 Maret 2025 berdekatan dengan Idul Fitri 31 Maret 2025.
Karena itu, pemudik diharapkan berangkat lebih awal karena saat Nyepi jalanan di Bali akan ditutup.
Supaya tidak terjebak di jalan, Kadishub Bali IGW Samsi Gunarta mengingatkan pemudik perhatikan akan ada perayaan Nyepi 29 Maret 2025.
”Gini ya sudah tahu sama-sama jauh sebelumnya. Yang jelas seluruh persiapan mudik dan Nyepi sudah dikoordinasikan jangan sampai tercecer lah kalau tercecer tidak bisa lewat,” kata Samsi kemarin (12/3/2025).
Diprediksi puncak mudik 28 Maret, Dinas Perhubungan beserta kepolisian akan menyiapkan dengan rapat koordinasi lintas sektor (lokakarya mini lintas sektor). Semua akan diperhitungkan, bahkan hal yang terburuk ada pemudik yang masih di perjalanan di Bali saat mulai Nyepi.
”Apalagi di Bali jadi pasti bersamaan pasti bersamaan Nyepi dan idul Fitri,” ucapnya.
Dishub, Kepolisian dan sektor lainnya menyiapkan tempat penyangga di sekitar pelabuhan dan di Jembrana. Samsi mengimbau supaya mudik dipersiapkan jauh-jauh hari.
Terlebih akan ada kebijakan WFA (Work From Anywhere). Disinggung jika terjebak karena sudah mulai Nyepi? Samsi meminta tidak melanjutkan perjalanan atau pulang.
”Kan Bali ini tidak gede-gede amat. Jelas-jelas mau Nyepi jangan berangkat,” ujar Alumnus ITB, Jawa Barat ini.
Mengenai antrean kendaraan di Pelabuhan akan dihentikan setelah memasuki Nyepi. Namun, Dishub Bali akan melihat situasi di lapangan untuk pembatasan.
”Begitu Nyepi stop. Nanti lihat situasi di lapangan (pemberhentian,red). Ketentuan kami ada pembatasan,” terangnya.
Dishub Bali menyarankan pemudik tidak mengendarai roda dua karena lebih rawan kecelakaan. Diharapkan memanfaatkan mudik bersama dengan bus.
”Kami sedang memetakan yang jelas jangan naik roda dua, bahaya. Kalau bisa mudik bareng naik bus lebih aman,” tandasnya.***
Editor : M.Ridwan