Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

13 Seniman Bersatu Perangi Sampah di Bali dengan Karya Rupa di Sudamala Artspace, Begini Pesan Putri Koster

M.Ridwan • Sabtu, 12 April 2025 | 13:54 WIB
APRESIASI: Ketua PKK Provinsi Bali Putri Koster yang juga pegiat seniman tampak berbincang dengan Made Gaek salah seorang perupa asal Gianyar di pameran di Sudmala Artspace Sanur, 10 April 2025.
APRESIASI: Ketua PKK Provinsi Bali Putri Koster yang juga pegiat seniman tampak berbincang dengan Made Gaek salah seorang perupa asal Gianyar di pameran di Sudmala Artspace Sanur, 10 April 2025.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Darurat sampah di Bali memantik semua pihak bangkit untuk ikut beraksi memerangi mewujudkan Bali bersih dari sampah.

Tak terkecuali seniman rupa. Lewat sebuah Pameran bertemakan Nyampaht yang di inisiasi Komunitas Malu Dong Buang Sampah Sembrangan, mendorong kesadaran akan isu lingkungan, khususnya masalah polusi plastik yang semakin meningkat di Bali.

Pameran ini merupakan rangkaian kegiatan Ulang Tahun ke-16 Komunitas Malu Dong yang dikomandani Komang Bemo.

Pameran berlangsung di Sudakara Artspace Sanur, selama sebulan mulai 10 April 2025.

Mengusung tema, “Seni untuk perubahan: Merayakan Keindahan Alam Bali” pameran ini di ikuti 13 perupa lokal Bali mengangkat filosofi sapu lidi sebagai simbol persatuan dan kekuatan kolektif dalam menghadapi persoalan sampah di Bali.

Sapu lidi, yang terbuat dari lidi pelepah pohon kelapa atau aren, menggambarkan kebersihan dan ramah lingkungan, serta pentingnya membersihkan sampah bersama-sama: termasuk pemerintah, pebisnis, seniman, dan masyarakat.

Pameran dibuka oleh istri Gubernur Bali,  Ni Luh Putu Putri Suastini atau yang populer dengan sapaan Putri Koster yang juga seniman dan punya kepedulian tinggi pada penanganan sampah di pulau dewata.

MUDA DAN BERKOMITMEN: Istri Gubernur Bali, Putri Koster foto bersama dengan pegiat Komunitas Malu Dong Buang Sampah Sembarangan di Sudamala Artspace Sanur, 10 April 2025.
MUDA DAN BERKOMITMEN: Istri Gubernur Bali, Putri Koster foto bersama dengan pegiat Komunitas Malu Dong Buang Sampah Sembarangan di Sudamala Artspace Sanur, 10 April 2025.

Bahkan secara simbolik Putri Koster langsung meminta para undangan menyapu dengan sapu lidi.

”Bali sudah darurat sampah, dan Pemprov Bali sangat serius menjadikan pulau ini bersih dari sampah, ini dibuktikan adanya sejumlah regulasi dan terbaru Surat Edaran Gubernur, mari kita kawal sama-sama,” pinta Putri Koster, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Putri Koster lalu mengitari ruang pameran mengamati dan menyimak tema-tema lukisan yang di pamerkan sambil berbincang dengan pelukisnya.

Salah seorang perupa, Made Kaek yang ikut dalam pameran ini mengaktualisasi kondisi Bali saat ini yang menurutnya semakin genit.

Baca Juga: 1 Kali Bertemu Selama 2 Malam dan 3 Kali Main, Lisa Mariana Mengaku Disuruh Bikin Video Syur Oleh Ridwan Kamil Diimingi 50 Juta!

”Bali ini sudah genit, padahal punya kekuatan Tri Hita Kararana, industri pariwisata yang tak terkontrol merusak lingkungan, ini fakta yang saya tuangkan dalam lukisan ini,” ungkap Made Kaek, yang menampilkan gaya lukisan postmodern ini.

Sebelumnya, Malu Dong Komunitas telah menggelar berbagai kegiatan dalam rangka #Menuju16TahunMaluDong, seperti membersihkan pantai, sawah, gunung, desa, serta mengedukasi pelajar di sekolah mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Pameran ini menampilkan koleksi lukisan yang dipilih dengan cermat, yang tidak hanya memukau penonton secara visual, tetapi juga menyampaikan pesan yang kuat bentang tujuan, refleksi, dan kesadaran lingkungan.

Setiap karya mengajak pengunjung untuk berhenti sejenak dan merenungkan peran mereka dalam melindungi lingkungan Bali dan masa depan putau ini

Komunitas Malu Dong, sebuah organisasi lingkungan yang berbasis di Bali, berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik dan melestarikan pantai, kehidupan laut, serta kesehatan masyarakat Bali.

Melalui inisiatif seperti Malu Dong Buang Sampah Sembarangan, komunitas ini terus membangun karakter mental Masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan, dan mempromosikan pembuangan sampah yang bertanggung jawab.

Pameran seni rupa ini merupakan bagian integral dari misi tersebut. Dengan mengapresiasi dan mendukung karya seni yang dipamerkan, pengunjung tidak hanya akan merasakan kekayaan budaya dan warisan seni Bali, tetapi juga turut berkontribusi pada gerakan yang lebih besar untuk perubahan lingkungan.

“Kami sangat bangga dapat menggelar pameran ini di Sudakara Artspace. Seni memiliki kekuatan luar biasa untuk menginspirasi, menggugah pemikiran, dan mendorong perubahan,” terang Ricky Putra, COO Sudamala Resorts.

Melalui kolaborasi dengan Komunitas Malu Dong, pihaknya berharap pameran ini dapat mendorong dan memberikan kesadaran Masyarakat.

Ekspresi kuat para seniman ini mengajak kita semua untuk tidak hanya mengapresiasi seni, tetapi juga merenungkan peran kita dalam menjaga dunia di sekitar kita,” tandasnya.

tambah Komang Sudiarta, Pendiri Komunitas Malu Dong menambahkan, pameran ini lebih dari sekadar kesempatan untuk memamerkan bakat seniman lokal.

“Ini adalah ajakan untuk kita semua agar merenungkan hubungan manusia dengan dampak pada lingkungan,” tambah Komang Sudiarta.

Melalui ekspresi kreatif para seniman ini, kami berharap dapat menginspirasi perubahan dan mengajak orang-orang untuk bergabung dalam gerakan kepedulian terhadap pengurangan sampah plastik serta melindungi keindahan alam pulau ini.

Dalam konteks ini, seni menjadi alat yang sangat kuat untuk meningkatkan kesadaran dan menciptakan dampak yang berkelanjutan.

Pameran menampilkan karya 13 seniman lokal yang berbakat diantaranya Uuk Paramahita, | Made Gunawan, Eni Astiarini, I Made Somadita, | Nyoman Loka Suara, Made Bayak, Ida Bagus Gde Surya Dharma, Jango Pramartha, Agus Kama Loedin, Made Kaek, Ni Way, Ni Luh Vonidewi, dan A.A. Putu Oka Astika.

Pameran ini mengundang para pecinta seni dan aktivis lingkungan untuk berkumpul, mengapresiasi keindahan Bali melalui mata seniman talenta local. Dengan semangat kolektif, Malu Dong Komunitas mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan Bali dan mengurangi sampah demi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.***

Editor : M.Ridwan
#putri koster #pameran lukisan #buang sampah sembarangan #sampah #Komunitas Malu Dong