DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Pemerintah Bali belum tuntas mengentaskan kemiskinan. Meski, persentase paling rendah dibandingkan 38 provinsi lain. Dengan persentase 4 persen.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menghadiri pengukuhan Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kamis (17/4/2025).
Dalam sambutan Kepala BPS Amalia menyampaikan, instruksi Presiden Prabowo, Pemerintah Daerah khususnya Bali agar menghilangkan kemiskinan ekstrem sampai 0 persen.
”Kemiskinan ekstrem paling rendah, jumlahnya sudah rendah. Tapi ada program Bapak Presiden ingin mengentaskan dan menghilangkan kemiskinan ekstrem,” jelasnya.
Kota Denpasar menduduki daerah paling banyak penduduk ekstrem. Kedua adalah kabupaten Buleleng. Tidak hanya penduduk ekstrem, Buleleng menempati daerah paling banyak penduduk miskin itu.
”Seandainya ada harapan mencapai 0 maka yang paling banyak penduduk miskin ekstrem di Kota Denpasar. Kedua Buleleng juga kalau bapak intervensi Buleleng sekaligus pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem ini bisa sekaligus satu kali intervensi,” kata Amalia.
Ketiga , kabupaten Karangasem menduduki daerah ketiga paling banyak jumlah penduduk miskin ekstrem dan paling banyak kedua penduduk miskin.
Merujuk data yang dipaparkan Amalia, tiga besar kabupaten/kota jumlah penduduk miskin ekstrem tertinggi, yakni: di Denpasar sebanyak 3067,8; Buleleng 2599,1; dan Karangasem 2269,0.
Tiga daerah tersebut juga paling banyak ada penduduk miskin. Dalam catatan tiga kabupaten/kota itu menyumbang 91,58 ribu penduduk miskin dari 49,66 persen dari total penduduk miskin di Bali.
”Persentase penduduk miskin Provinsi Bali merupakan yang terendah di Indonesia, tetapi dari sisi jumlah berada di tingkat 26 terbanyak dan berkontribusi sekitar 0,7 persen terhadap jumlah penduduk miskin secara nasional,” bebernya.
Diwawancarai usai acara pengukuhan, Gubernur Bali Wayan Koster akan segera membuat intervensi kebijakan untuk menurunkan kemiskinan.
Khususnya di Buleleng, daerah asalnya. Pria asal Sembiran, Buleleng ini akan berkoordinasi dengan Bupati Buleleng.”Harus dilakukan intervensi kebijakan nanti koordinasi bupati supaya bersinergi dalam mengurangi kemiskinan ,” terang Koster.***
Editor : M.Ridwan