DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Ada yang istimewa di Halal Bihalal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali yang berlangsung di Hotel Harris Cokroaminoto Denpasar, Sabtu, 19 April 2025.
Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta kompak hadir dalam acara yang dipenuhi sedikitnya 300 orang perwakilan ormas Islam se- Bali itu.
Kedua pemimpin Bali ini langsung didapuk menempati meja kursi VIP bersama Ketua MUI Bali KH Mahrusun Hadiyono, Rois Syuriah PWNU Bali, KH Nurhadi, Ketua PWNU Bali, Ketua PWNU Bali KH Abdul Azis, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali, Erwin Soerjadimaja, utusan PWM Bali dan anggota DPRD Bali Zulfikar Wijaya.
Selain mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H, Gubernur Wayan Koster menyampaikan apresiasi dan senang bersilaturahmi bersama komponen umat muslim se Bali.
“Saya di acara sebelumnya sengaja tidak makan karena ingin makan bersama-sama warga muslim di halal bihalal ini,” ungkap Koster, dengan nada senang.
Koster lalu membeberkan sejumlah program prioritas pembangunan Bali lima tahun ke depan di hadapan sedikitnya 300 umat muslim.
Antara lain, peliknya masalah sampah, kemacetan, turis nakal, jalan tol Gilimanuk - Mengwi, underpas Sanur, angkutan publik Trans Metro Dewata (TMD) MD, hingga solusi sharing pembiayaan APBD.
"Kita harus serius menyelesaikan masalah-masalah ini satu per satu. Prioritas kami dalam lima tahun ke depan adalah menangani sampah, kemacetan, turis nakal, dan menyelesaikan proyek infrastruktur, saya proyeksikan 2029 selesai semua," tandas Koster, disambut tepuk tangan hadirin.
Koster menegaskan, persoalan di Bali merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, ia optimistis dengan kolaborasi semua pihak semua persoalan dapat terselesaikan.
Terlebih tema yang diusung panitia sudah dinyatakan pas yakni, Silaturahmi dan Kolaborasi Mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
"Bali bukan hanya tempat wisata, tapi juga rumah kita. Kita harus berkomitmen untuk menjadikannya nyaman," ungkap pemimpin Bali asal Desa Sembiran Buleleng, ini.
Lebih jauh, Koster juga meminta dukungan dari ratusan umat muslim yang hadir dalam acara halal bihalal tersebut agar pembangunan di Bali berjalan lancar.
"Titip dukungan doa didalam shalat saudaraku muslim agar semua yang telah direncanakan untuk memberikan kesejahteraan untuk Bali sehingga dapat terwujud," harap Koster.
Terobosan kongkrit yang dilakukan pertama adalah mengopersikan kembali angkutan publik Trans Metro Dewata (TMD) setelah berhenti sejak Januari 2025 lalu.
”Astungkara bus Trans Metro Dewata kita operasionalkan kembali mulai 20 April 2025, dengan dana sharing Provinsi 30 persen, dan lainnya dari Denpasar, Badung dan Gianyar,” ungkap Koster, kembali disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.
Bukan hanya itu, pihaknya akan benar-benar tegas menindak turis nakal di Bali.
”Kita lihat banyak turis bikin kericuhan, naik sepeda motor tanpa helm, jualan burger bahkan jadi sopir grab, semua kita tertibkan,” ujarnya.
Bahkan untuk penyelesaian infrastruktur di Bali Koster menunjuk Wakil Gubernur Giri Prasta untuk memimpin mewujudkan sesuai target waktu.
”Kita akan buat underpas Sanur, sentral parkir di Padanggalak, dan jalan Tol Gilimanuk – Mengwi ternayata tidak dicabut dari PSN saya sudah bertemu dengan Menteri PU itu akan lanjut,” kata Koster, disambut acungan jempol hadirin.
Sementara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali H. Mahrusun Hadyono menyatakan akan mendukung penuh program prioritas yang dicanangkan Gubernur Koster.
"Kita tidak dalam kapasitas mendukung atau tidak mendukung, tapi kalau itu hal yang baik kita pasti ikut berkontribusi dan mendukung," tegasnya.
Termasuk kebijakan Gubernur Koster mengenai Gerakan Bali Bersih Sampah. Hadyono mengatakan akan membantu memberikan sosialisasi kepada umat Muslim terkait hal itu.
"Kita pasti ikut membantu sosialisasi soal gerakan Bali bersih ini, termasuk program-program lain yang sudah dari pak Gubernur," tegas Mahrusun.
Senada Ketua Panitia Halal Bihalal, M. Ridwan menyatakan sebagai wujud nyata dukungan pada Perda, Pergub danSurat Edaran Bali Bersih, maka seting ruangan acara bersih dari botol minuman berkemasan plastik.
”Ruangan ini menjadi tempat bersejarah dan kenangan indah bagi umat muslim bersama Pak Gubernur Koster karena sudah tiga kali menggelar kegiatan sama disini,” imbuh Ridwan.***
Editor : M.Ridwan