DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Rencana proyek kereta bawah tanah di Bali ditinggal pemimpin proyeknya yaitu I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Ia juga Direktur Utama (Dirut) PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ) merupakan Perusda milik Pemprov Bali.
Menanggapi mundurnya Ari Askhara Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta tak khawatir karena Bali banyak memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Sehingga tak sulit mencari pengganti untuk memimpin proyek kereta di Bali yang telah dicanangkan.
“Belum, yang penting ini (proyek Bali Urban Subway) sudah jalan. Saya kira mencari SDM gampang sekali di Bali,” jawabnya singkat saat ditemui di Kantor DPD PDIP Bali Senin (21/4/2025).
Dikonfirmasi dengan Komisaris PT. Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ), Dodi Miharjana membenarkan Direktur Utama (Dirut) PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mundur dari proyek Bali Urban Subway.
Alasannya mantan Dirut Garuda itu mundur karena masalah pribadi.”Pak Ari Askhara menyampaikan pengunduran dirinya dengan alasan pribadi, dan kami sudah menerimanya secara resmi,” katanya.
Keputusan bulan Ari Askhara diterima dengan baik. Dodi selaku komisaris terima kasih selama ini telah berkontribusi. Apalagi di masa awal memulai yang cukup sulit.”Masa-masa awal sangat penting merintis proyek Subway Bali,”jelasnya.
Baca Juga: De Gadjah Akan Jadi Host Siniar, Wadah Aspirasi Masyarakat Terzalimi
Pimpinan SBDJ sudah memproses pengunduran diri Ari Askhara dan akan segera mencari pengganti yang memenuhi tata kelola perusahaan.
Diharapkan pengganti Ari Askhara bisa melanjutkan dan menjalankan rencana proyek Subway Bali sesuai rencana.
”Untuk bisa segera merealisasikan proyek ini dengan sepenuhnya menggunakan investasi swasta tanpa menggunakan dana pemerintah,”tandasnya.***
Editor : M.Ridwan