Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Koster Gandeng Pemprov Jakarta Bangun MRT, Jalur dari Bandara ke Daerah Wisata di Bali

Ni Kadek Novi Febriani • Sabtu, 14 Juni 2025 | 20:06 WIB
URAI KEMACETAN: Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno alias Bang Doeal didampingi pejabat terkait saat penandatanganan MoU pembangunan MRT di Bali
URAI KEMACETAN: Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno alias Bang Doeal didampingi pejabat terkait saat penandatanganan MoU pembangunan MRT di Bali

DENPASAR, radarbali.jawapos.com Masalah kemacetan transportasi Bali dianggap sudah sangat serius. Provinsi Bali akan bekerja sama dengan Pemprov Jakarta. Hal itu terungkap saat  Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno atau yang akrab disapa Doel mengunjungi Bali.

Doel langsung  menandatangani perjanjian pendahuluan tentang kerjasama jasa konsultasi dan pendampingan pembangunan prasarana dan sarana perkeretaapian di Provinsi Bali bertempat di Jaya Sabha, Denpasar pada Jumat (13/6/2025).

Koster menyampaikan  Jakarta sudah sangat berpengalaman dan maju dalam pengelolaan transportasi umum termasuk Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT). Sehingga menurutnya wajar bagi Bali untuk berguru ke Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

 Baca Juga: HOROR! Keamanan Wisatawan di Bali Bobol, 2 WNA Australia yang Ditembak, 1 Tewas, 1 Sekarat, Proyektil Peluru Masih Bersarang

“Kami senang sekali ada kerjasama dengan Jakarta khususnya dalam persiapan pendampingan program MRT ini bahkan kalau perlu Pemprov Jakarta carikan mitra untuk membangun Bali,” kelakar Gubernur berpartai Kepala Banteng tersebut.

 Pembangunan MRT yang akan menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan daerah pariwisata lainnya di Bali.

“Kami sangat butuh fasilitas MRT ini karena di Bali pembangunan jalan di atas tidak boleh. Kiri-kanan sudah rapat, bukan sekedar rumah biasa tapi bangunan pura dan segala macam. Jadi satu-satunya cara adalah pembangunan ke bawah,” katanya.

 Baca Juga: Diduga Caplok Sempadan Pantai dan Langgar Tata Ruang, Dewan Desak Hotel Step Up di Pantai Bingin Kuta Selatan Dibongkar

Selain itu, Ia juga menyampaikan dari sisi bisnis, MRT Bali sangat menjanjikan karena target utama adalah wisatawan yang berlibur di Bali. Sehingga tidak memerlukan subsidi pemerintah daerah. Tinggal mencari investor yang siap mengingat investasi yang dibutuhkan tidak sedikit.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno memberikan dukungan penuh terhadap langkah progresif Pemerintah Provinsi Bali dalam mengembangkan sistem perkeretaapian perkotaan modern dan berkelanjutan.

“Kami menawarkan kerjasama teknis melalui MRT Jakarta yang kita miliki yang sudah memiliki pengalaman membangun dan mengelola sistem MRT. Memiliki kapabilitas dalam aspek perencanaan, pembangunan, pengoperasian dan pengelolaan proyek MRT berbasis rel,” ungkap Rano Karno.

 Baca Juga: Profil Istri Indra Bruggman yang Kabarnya Telah Lima Tahun Menikah Diam-Diam dan Punya 3 Anak

Politisi PDI Perjuangan itu mengingatkan  MRT tidak seperti membalikkan telapak tangan. Memerlukan waktu yang sangat panjang dengan biaya yang jauh lebih besar.

Diketahui PT MRT Jakarta menyatakan kesiapan untuk melakukan alih pengetahuan (knowledge transfer) dan berbagi praktik baik (best practices) kepada Pemerintah Provinsi Bali dan instansi terkait dalam bentuk workshop teknis, kunjungan studi dan pendampingan kolaboratif sebagai bentuk konkret kerja sama antar daerah dalam mewujudkan sistem transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan.***

Editor : M.Ridwan
#kemacetan di Bali #pemprov bali #transportasi #pemprov jakarta #mrt