DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Arus lalu lintas Bali terganggu karena jalan jebol di depan Pasar Bajera, Selemadeg, Tabanan. Jalan utama Denpasar-Gilimanuk ditutup karena adanya lubang besar sekitar 6 meter.
Jalan nasional itu menjadi lumpuh, kendaraan logistik truk maupun bus besar tak bisa melewati jalur utama. Gubernur Bali Wayan Koster mengaku sudah koordinasi dengan Kepala Balai Jalan Kementerian PU karena ini Jalan Nasional sudah ditinjau ke lapangan.
”Saya minta agar segera diselesaikan pengerjaannya butuh waktu paling lama 3 minggu untuk menyelesaikan ini sampai tuntas,” tandas Gubernur Koster Rabu (9/7/2025) usai sidang paripurna.
Pengerjaan diupayakan lebih cepat. Dalamnya lubang karena jalan amblas ini mengalami kerusakan serius. Terdapat informasi jalan tersebut berlubang Juni lalu, Koster menyatakan untuk dilakukan perawatan juga tidak bisa karena struktur tanah tak tampak.
”Jalan jebol bagaimana tanahnya di bawah jalannya tak bisa lihat,” terang Koster.
Koster mengklaim Pemprov Bali serius memperbaiki infrastruktur jalan. Telah dianggarkan pada APBD Perubahan 2025 dan 2026 “Ada jalan Provinsi dianggaran APBD Perubahan 2025 dan juga 2026,” imbuh Gubernur dua periode ini.
Jalan utama rusak karena jebol tentu memengaruhi pergerakkan perekonomian Bali. Sebab, jadi jalur logistik dan juga jalur Jawa-Bali.”Wisatawan domestik tentu saja domestik karena wisatawan dari Jawa lintas Ketapang Gilimanuk,” ucapnya.
Wayan Koster mendesak penyelesaian jalan jebol dalam waktu dua minggu. Sayangnya, penanganan membutuhkan waktu lama untuk pemadatan.” Karena labil tidak bisa cepat jadi harus dipelajari,” jelasnya.
Bagaimana dengan keberlanjutan tol Gilimanuk-Mengwi? Koster tak dapat pastikan karena belum ada lampu hijau dari pemerintah pusat.
Khususnya soal investasi karena skemanya tak memakai APBN dan APBD. ”Maunya dipercepat tapi kan butuh kesepakatan pemerintah pusat dan daerah terkait investasinya. Masih berproses untuk tender konstruksi,” tandasnya.
Seperti diketahui terjadi longsor pada ruas jalan nasional Antosari–Megati, tepatnya di kilometer 38+725 depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, pada Senin, 7 Juli 2025. Peristiwa ini mengganggu akses vital jalur Denpasar–Gilimanuk dan langsung mendapat perhatian dari pemerintah.
Koordinator Bidang Komunikasi Tim Percepatan Pembangunan Bali 2025–2030, I Gusti Putu Eka Mulyawan Wira Senapati, yang akrab disapa Gus Wawan, menyampaikan longsor tersebut terjadi akibat runtuhnya saluran irigasi yang melintasi bawah badan jalan. Informasi ini disampaikan berdasarkan laporan resmi Dinas PUPRKIM Provinsi Bali.
“Saluran tersebut mengalirkan air dari sisi timur Pasar Bajera (arah utara) ke selatan. Runtuhnya struktur ini menyebabkan longsor sedalam sekitar 8 meter dengan tinggi muka air mencapai 1,8 meter,” ujar Gus Wawan di Denpasar, Selasa (8/7/2025).
Ia menjelaskan kunjungan lapangan telah dilakukan oleh tim terpadu yang melibatkan Ditlantas Polda Bali, Dinas Perhubungan, Dinas PUPRKIM Provinsi Bali, Satker PJN Wilayah I Bali, serta Balai Pelaksana Transportasi Darat Wilayah II Bali. Satker PJN Wilayah I Bali saat ini sedang mengusulkan anggaran penanganan darurat ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali.
“Rencana teknis penanganan adalah dengan mengganti saluran menggunakan box culvert ukuran 2x2 meter, lalu mengembalikan kondisi perkerasan jalan. Estimasi pengerjaan ditargetkan selesai dalam waktu 30 hari kalender,” terang Gus Wawan.
Sementara itu, untuk menjaga kelancaran lalu lintas, telah dilakukan pengalihan arus bagi kendaraan ringan dan pribadi. Kendaraan dari arah Gilimanuk diarahkan ke utara dan keluar di timur Pasar Bajera.
Sementara kendaraan dari arah Denpasar diarahkan ke kiri sebelum Indomaret dan keluar di barat Terminal Bajera.
“Langkah-langkah awal di lapangan juga sudah dilakukan, termasuk pemasangan rambu lalu lintas, pagar pengaman, penyiapan steel sheet pile, mobilisasi alat berat seperti eskavator dan crane, serta penutupan aliran irigasi sementara. Box culvert 2x2 meter juga sudah disiapkan,” tambahnya. ***
Editor : M.Ridwan