Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jalan Jebol Denpasar – Gilimanuk Jebol Koster Sebut Berdampak Pariwisata Domestik

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 10 Juli 2025 | 13:26 WIB
MACET TOTAL: Kemacetan di jalan nasional Denpasar - Gilimanuk akibat jalan jebol di pasar Bajera Tabanan.
MACET TOTAL: Kemacetan di jalan nasional Denpasar - Gilimanuk akibat jalan jebol di pasar Bajera Tabanan.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Arus  lalu lintas  Bali terganggu karena jalan jebol di depan Pasar Bajera,  Selemadeg, Tabanan. Jalan utama  Denpasar-Gilimanuk ditutup karena adanya lubang besar sekitar 6 meter.

Jalan nasional itu menjadi lumpuh, kendaraan logistik truk maupun  bus besar  tak bisa melewati jalur utama.  Gubernur Bali Wayan Koster mengaku sudah koordinasi dengan Kepala Balai Jalan Kementerian PU karena ini Jalan Nasional sudah ditinjau ke lapangan.

”Saya minta agar segera diselesaikan pengerjaannya butuh waktu paling lama 3 minggu untuk menyelesaikan ini sampai tuntas,” tandas Gubernur Koster Rabu (9/7/2025) usai sidang paripurna.

 Baca Juga: Polda Bali Tangkap 6 Pentolan Sindikat Judol, Jual Data Pribadi dan Rekening Warga Bali ke Bandar di Kamboja

Pengerjaan  diupayakan  lebih cepat.  Dalamnya lubang karena  jalan amblas ini mengalami kerusakan serius. Terdapat informasi jalan tersebut berlubang Juni lalu, Koster menyatakan untuk dilakukan perawatan juga tidak bisa karena struktur tanah tak tampak.

”Jalan jebol bagaimana tanahnya di bawah jalannya tak bisa lihat,” terang Koster.

Koster mengklaim Pemprov Bali serius memperbaiki infrastruktur jalan. Telah dianggarkan pada APBD Perubahan 2025 dan 2026 “Ada jalan Provinsi dianggaran APBD Perubahan 2025 dan juga 2026,” imbuh Gubernur dua periode ini.

 Jalan utama  rusak karena  jebol tentu memengaruhi pergerakkan perekonomian Bali. Sebab, jadi jalur logistik dan juga jalur Jawa-Bali.”Wisatawan domestik tentu saja domestik karena wisatawan dari Jawa lintas Ketapang Gilimanuk,” ucapnya.

Wayan Koster mendesak penyelesaian jalan jebol dalam waktu dua minggu. Sayangnya, penanganan membutuhkan waktu lama untuk pemadatan.” Karena labil tidak bisa  cepat jadi harus dipelajari,” jelasnya.

Bagaimana dengan keberlanjutan tol Gilimanuk-Mengwi? Koster tak dapat pastikan karena belum ada lampu hijau dari pemerintah pusat.  

Khususnya soal investasi karena  skemanya tak memakai APBN dan APBD. ”Maunya dipercepat tapi kan butuh kesepakatan pemerintah pusat dan daerah terkait investasinya. Masih berproses untuk tender konstruksi,” tandasnya.

Seperti diketahui  terjadi longsor pada  ruas jalan nasional Antosari–Megati, tepatnya di kilometer 38+725 depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, pada Senin, 7 Juli 2025. Peristiwa ini mengganggu akses vital jalur Denpasar–Gilimanuk dan langsung mendapat perhatian dari pemerintah.

 Baca Juga: Raffi Ahmad Akhirnya Beberkan Penyebab Putus dengan Laudya Cynthia Bella Tak Disangka Ternyata Selingkuh dengan Artis Besar Ini

Koordinator Bidang Komunikasi Tim Percepatan Pembangunan Bali 2025–2030, I Gusti Putu Eka Mulyawan Wira Senapati, yang akrab disapa Gus Wawan, menyampaikan  longsor tersebut terjadi akibat runtuhnya saluran irigasi yang melintasi bawah badan jalan. Informasi ini disampaikan berdasarkan laporan resmi Dinas PUPRKIM Provinsi Bali.

“Saluran tersebut mengalirkan air dari sisi timur Pasar Bajera (arah utara) ke selatan. Runtuhnya struktur ini menyebabkan longsor sedalam sekitar 8 meter dengan tinggi muka air mencapai 1,8 meter,” ujar Gus Wawan di Denpasar, Selasa (8/7/2025).

Ia menjelaskan  kunjungan lapangan telah dilakukan oleh tim terpadu yang melibatkan Ditlantas Polda Bali, Dinas Perhubungan, Dinas PUPRKIM Provinsi Bali, Satker PJN Wilayah I Bali, serta Balai Pelaksana Transportasi Darat Wilayah II Bali. Satker PJN Wilayah I Bali saat ini sedang mengusulkan anggaran penanganan darurat ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali.

“Rencana teknis penanganan adalah dengan mengganti saluran menggunakan box culvert ukuran 2x2 meter, lalu mengembalikan kondisi perkerasan jalan. Estimasi pengerjaan ditargetkan selesai dalam waktu 30 hari kalender,” terang Gus Wawan.

 Baca Juga: Penyidik Periksa Kekasih Polwan Polda Bali Secara Maraton Terkait Dugaan Kasus ini, Aksi Dede Diduga Terorganisasi Libatkan Oknum Aparat

Sementara itu, untuk menjaga kelancaran lalu lintas, telah dilakukan pengalihan arus bagi kendaraan ringan dan pribadi. Kendaraan dari arah Gilimanuk diarahkan ke utara dan keluar di timur Pasar Bajera.

Sementara kendaraan dari arah Denpasar diarahkan ke kiri sebelum Indomaret dan keluar di barat Terminal Bajera.

“Langkah-langkah awal di lapangan juga sudah dilakukan, termasuk pemasangan rambu lalu lintas, pagar pengaman, penyiapan steel sheet pile, mobilisasi alat berat seperti eskavator dan crane, serta penutupan aliran irigasi sementara. Box culvert 2x2 meter juga sudah disiapkan,” tambahnya. ***

Editor : M.Ridwan
#tabanan #Pasar Bajera #macet total #Jalan jebol #jalan nasional #denpasar gilimanuk