Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Terungkap! Kadishub Akui Jalan di Bajera Alami Kerusakan dari Lama, Kendaraan Sumbu Tiga Dilarang Lewat

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 11 Juli 2025 | 13:31 WIB

 

CEK FAKTA: Jalan jebol di dekat Pasar Bajera Tabanan yang memicu terganggunya arus transportasi jalan nasional Denpasar - Gilimanuk.
CEK FAKTA: Jalan jebol di dekat Pasar Bajera Tabanan yang memicu terganggunya arus transportasi jalan nasional Denpasar - Gilimanuk.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Kerusakan di depan Pasar Bajera, Tabanan sejatinya telah diketahui lama. Itu diungkapkan oleh  Kepala  Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta, namun  belum dilakukan tindakan  karena penanganan tidak mudah.

”Sudah lama ya kami tahu kelihatannya sudah akan ada masalah, tapi proses untuk mempersiapkan tidak mudah,”ucapnya saat ditemui di Jimbaran kemarin (10/7/2025).

  Jalur utama Denpasar-Gilimanuk menjadi lumpuh,  kendaraan besar besar dilarang melintas. Akibatnya   aktivitas ekonomi terganggu salah satunya distribusi  logistik,  walau telah dilakukan pengalihan jalan.

”Kami  melakukan koordinasi ya dengan seluruh pihak stakeholders perhubungan darat kemudian juga dengan Kabupaten/Kota untuk memastikan sementara pekerjaan dilakukan di Bajera itu kita akan lakukan pengalihan.” Ucapnya.

Tidak hanya logistik dan bus, truk tanki pengangkut BBM juga terancam terhambat. Menurut ada penanganan khusus   untuk tangki BBM   akan diberikan   pengawalan supaya tidak ada keterlambatan karena menyangkut kebutuhan vital.

”Mereka(truk tangki,red)  khusus kan, nanti bisa ada kawalan,” sebutnya.

Dishub Bali telah membuat skema,  pengalihan akan dilakukan mulai dari Banyuwangi.Kendaraan dengan beban besar seperti truk tiga sumbu seperti truk tronton atau  kontainer tidak diizinkan melintas selama masa perbaikan,  karena  kondisi  jalan tidak sesuai untuk dilewati  kendaraan besar menuju Denpasar walau dari utara maupun Karangasem.

“Jadi di Banyuwangi  akan pastikan  kendaraan-kendaraan bisa mulai diarahkan, kalau yang menyeberang terutama untuk Tiga Sumbu,  tidak bisa terima selama masa perbaikan,” jelas alumnus ITB ini.

Samsi menyarankan, untuk truk besar harus dilakukan penyusaian muatan dengan menggunakan  kendaraan lebih kecil.

“Jadi dilangsir dulu kemudian digunakan kendaraan lebih kecil. Jadi sudah dimulai dari Banyuwangi kemudian dilakukan juga di Gilimanuk,” tuturnya.

Kendaraan  dua sumbu juga harus melihat beban   medan. Jangan memaksakan, dikhawatirkan  jalan tidak mendukung karena  beban yang berat mengakibatkan ketidakstabilan.

Sementara, kendaraan kecil itu masih bisa melewati  Bajera,   tapi ada pengalihan di  Bajera  dari barat dialihkan ke utara.

Samsi mengklaim tidak ada permasalahan berarti. Meski  jalan   di depan Bajera yang menjadi jalur utama ambles. Katanya arus  lalu  lintas  bisa tertangani. 

Diharapkan tidak ada keterlambatan pengantaran barang masuk ke Denpasar. Dishub Bali membatasi   kendaraan besar karena beberapa daerah  keberatan daerahnya  dilintasi  kendaraan tiga sumbu.”Yang tidak mungkin lewat utara,” katanya.

Dijelaskan kalau truk tiga sumbu biasanya mengangkut barang-barang seperti bahan bangunan. Perbatasan sumbu tiga diimbau menggantikan kendaraan lebih kecil.

Misalkan telah terlanjut truk tiga sumbu masuk Bali,  harus  menunggu di ruang parkir untuk perpindahan barang ke kendaraan lebih kecil.

”Jadi semua pengusaha yang mengirimkan muatan ke Bali untuk menggunakan truk yang lebih kecil. Dan kemudian kalau sudah terlanjur ya mereka harus menunggu di ruang parkir untuk dipindahkan, ditransfer ke kendaraan yang lebih kecil,” terangnya.

Akibat kerusakan jalan di Bajera, dipastikan kepadatan meningkat di Bajera dan di Buleleng. Samsi menerima banyak laporan sepanjang jalan Singaraja menuju Denpasar, karena papasan dan kendaraan terlalu besar.

”Laporannya tidak ada macet parah memang mulai terhambat,” bebernya. 

Saat ini progress  perbaikan jalan di Bajera  telah dimulai,  karena adanya  irigasi sehingga perbaikannya agak sulit. Untuk pengerjaan  harus dalam kondisi kering.

”Sementara penanganan gorong-gorong kan harus kering, tidak  bisa mengerjakan dalam kondisi basah,” jelasnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#tabanan #Pasar Bajera #Jalan jebol #Dinas Perhubungan Bali #radarbali