Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Setwan DPRD Bali Kunjungi TPST Sandubaya Milik Kota Mataram, Sulap Sampah Jadi Maggot dan Paving

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 17 Juli 2025 | 12:16 WIB

 

KELOLA SAMPAH: Maggot hasil pengolahan sampah di TPST Sandubaya Kota Mataram yang ditunjukkan kepada dewan Bali 16 Juli 2025.
KELOLA SAMPAH: Maggot hasil pengolahan sampah di TPST Sandubaya Kota Mataram yang ditunjukkan kepada dewan Bali 16 Juli 2025.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com -  Persoalan  sampah menjadi masalah setiap daerah di Indonesia. Salah satunya di Kota Mataram.

Menyikapi peliknya masalah ini, Pemerintah Kota Mataram  berinovasi dengan mengolah sampah menjadi magot dan batako. 

Berdasar data yang disampaikan, tercatat dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Kota Mataram, sampah yang dihasilkan sebanyak 260 ton per hari.

Itu diungkapkan saat rombongan Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Bali dipimpin oleh Kabag Umum Sekwan DPRD Bali I Kadek Putra Suantara diterima oleh Kabid Sampah DLH Kota Mataram didampingi Kepala UPTD Laboratorium Dinas  Lingkungan Hidup Kota Mataram Salikin, Rabu (16/7/2025).

 Baca Juga: Konflik Rusia–Ukraina Berbuntut ke Bali, Terjadi Kekerasan Beruntun, Kasus Roman Berkaitan Uang USD 150.000 Milik Orang ini

Dari 260 ton sampah , 40 ton diolah di TPST  Sandubaya dan sisanya masih dibuat ke TPA Regional.

Kabid Sampah DLH Kota Mataram Vidi Partisan  mengatakan, dengan adanya TPST mampu mengurangi sampai dari 10 persen hingga 15 persen.

Menariknya, DLH Mataran juga sempat mengunjungi TPST di Kota Denpasar untuk belajar penanganan sampah. Ternyata TPST yang dimiliki Pemkot Mataram lebih panjang umur. Kunci keberhasilannya karena TPST dikelola langsung oleh Pemkot tidak diserahkan ke pihak ketiga seperti di Kota Denpasar

Vidi Partisan  masih terus berupaya melakukan penanganan dari hulu. Guna mempersiapkan supaya bisa menuntaskan sampah secara mandiri sebelum TPA Regional Kebon Kongok yang informasinya segera ditutup.

BERDAYA HASIL: TPST Modern Sandubaya Kota Mataram olah sampah 40 Ton Per Hari, rombongan Setwan DPRD Bali berkunjung saling belajar penuntasan sampah, Rabu(16/7/2025).
BERDAYA HASIL: TPST Modern Sandubaya Kota Mataram olah sampah 40 Ton Per Hari, rombongan Setwan DPRD Bali berkunjung saling belajar penuntasan sampah, Rabu(16/7/2025).

”Kenapa  TPST  banyak mangkrak karena yang merencanakan dinas tapi menjalankan pihak ketiga. Yang tahukan pemerintah,” ucap Vidi.

Labih lanjut dikatakan TPST Sandubaya dibangun oleh Kementerian PUPR dan juga pinjaman bank dunia sebesar Rp 21 miliar.

Vidi yang didampingi Kepala TPST Sandubaya Kamarudin, mengatakan selain sebagai maggot sampah plastik diolah menjadi batako atau paving block. Hasil olahan sampah dijual ke masyarakat sekitar.” Itu  hasil pengolahan sampah. Kami terus berbenah berkembang pengolahan sampah,”terangnya 

Meski, TPST telah mampu berfungsi dan mengolah sampah menjadi bahan yang berguna, tapi masih dibutuhan dukungan masyarakat dan juga finansial.

Kemudian Kepala TPST  Kamarudin menambahkan, sampah yang datang seperti sisa makanan itu langsung diolah sehingga TPST tidak menimbulkan bau busuk. Selain kompos, sampah sisa makan menjadi  salah satu jadi maggot yang dijual ke peternak di Mataram”Banyak  yang beli peternak beli maggot,” ucapnya.  

Disebutkan magot yang dihasilkan dijual dengan dua jenis. Maggot bahas dan kering. Tentunya harganya juga berbeda, lebih murah yang basah dibandingkan maggot kering. Sementara, bahan paving dari plastik, per hari mereka bisa mencetak 250-300 per hari.***

Editor : M.Ridwan
#kota mataram #pengelolaan sampah #TPST Sandubaya #maggot #dewan bali #pengolahan sampah #dprd bali