DENPASAR,radarbali.jawapos.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan merevitalisasi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan Jembrana dimulai November 2025 dan ditargetkan selesai pada tahun 2028.
Pembangunan mega proyek ini juga akan reklamasi dan pengerukan supaya kapal- kapal besar bisa masuk. Dalam PPN akan menjadi sentra perikanan dengan pasar internasional.
Untuk mengawali project strategis nasional itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan lakukan sosialisasi ke Pemerintah Provinsi dengan para stakeholder di Gedung Wiswa Sabha Utama (WSU) kemarin (24/7).
Hadir dalam sosialisasi tersebut Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta melihat pemaparan dan rencana pembangunan sekitar 36 hektar
Dijelaskan revitalisasi pelabuhan di Pengambengan mewujudkan ekonomi biru,yaitu salah satu diantaranya adalah Penangkapan Ikan Terukur (PIT) berbasis kuota.
Salah satu elemen penting untuk mendukung PIT berbasis kuota tersebut adalahpengembangan pelabuhan perikanan modern dan terintegrasi, yaitu diantaranya pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Provinsi Bali.
Pembangunan PPN Pengambengan termasuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional(PSN) Tahun 2025-2029 dan sebagai bagian dari fokus kebijakan Swasembada Pangan Sesuai Perpres 12 Tahun 2025 tentang RPJMN tahun 2025-2029.
PPN Pengambengan dirancang sebagai Integrated Fishing Ports and International Fish Markets (IFP-IFM) yaitu menjadi pusat aktivitas perikanan tangkap yang modern, efisien, terintegrasi dari hulu ke hilir dan bertaraf internasional yang juga mendukung Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) sesuai dengan Permenko Perekonomian Nomor 7 tahun 2021.
Yaitu salah satunya dengan melakukan relokasi aktivitas perikanan dari Pelabuhan Benoa Pembangunan Phase-I (IFP-IFM) dengan kerja sama pembiayaan luar negeri melalui Islamic Development Bank (IsDB).
Baca Juga: Istimewa! Swiss-Belexpress Kuta Hadirkan “Summertime Flavours” di Express Café
Sesuai Loan Agreement yang ditandatangani tanggal 8 Februari 2023 dengan progres saat ini adalah tahap proses prakualifikasi untuk tender pekerjaan konstruksi dan diharapkan selesai pekerjaan konstruksinya pada akhir 2027 atau pertengahan 2028.
Pembangunan PPN Pengambengan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif diantaranya meningkatkan: daya tampung kapal perikanan Produksi ikan hasil tangkapan yang didaratkan.
”Penyerapan tenaga kerja penerimaan negara sebagai upaya pengembalian atas pinjaman luar negeri. Keberhasilan pembangunan ini membutuhkan dukungan penuh dari Pemerintah pusat dan daerah,” ucapnya.
Diharapkan dengan sosialisasi ini ada pemangku kepentingan lainnya termasuk pelaku usaha, asosiasi perikanan, dan masyarakat sekitarnya. Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 1,2 triliun bersumber membutuhkan waktu tiga tahun.
Lebih lanjut Didit menjamin akan melibatkan UMKM dan masyarakat setempat.
”Akan ada perikanan tangkap ada penggudangan, ada dermaga, servis kapal dan penjualan UMKM, pasar modern dan sentra modern serta banyak sekali,” jelasnya.
Kondisi pelabuhan perikanan saat ini 1.273 unit usai konstruksi menampung 1.600 kapal dengan ukuran lebih dari 30 GT (Gross ton). Dengan revitalisasi itu produksi ikan berlimpah menjadi 124.000 ton/tahun yang saat ini hanya mencapai 61.300 ton/ tahun.
Masyarakat setempat dijamin akan dilibatkan bukan semakin tergusur.” Tenaga kerja bisa 25 ribu tertampung, sekarang Cuma 8.800,” urainya
Lebih dari itu Didit menekankan dengan pembangunan PPN Pengambengan akan meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) menjadi Rp 104 miliar yang sebelumnya hanya Rp 48 miliar. Untuk itu, perpindahan dari Pelabuhan Benoa yang merupakan sentra perikanan bertahap akan pindah ke Pengambeng. Sehingga di Benoa akan fokus untuk tourism hub.
Sementara itu Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, mengatakan konsep yang direncanakan Pemerintah Pusat akan menjadikan Jembrana seperti di Thailand dan Jepang memiliki pasar ikan modern. Giri Prasta juga menjamin PPN Pengambengan tidak akan bau dan bebas dari lalat.
”Melihat gambar itu seperti ada di Jepang maupun Thailand nanti akan ada pasar ikan yang tidak ada lalatnya bahkan nanti kulinernya itu akan hidup. Sehingga kebutuhannya hotel, restoran se-Bali akan kita ambil di Jembrana,” tegasnya.
Baca Juga: Polres Klungkung Mulai Telisik Proyek Fiktif Dispar
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali I Putu Sumardiana, mengatakan saat ini baru sosialisasi yang selanjutnya akan dilakukan focus group discussion (FGD).”Secara teknis akan ada FGD lanjutan,” ucapnya.
Menurutnya, tidak akan merusak ekosistem yang ada justru akan ada perkembangan. Nelayan-nelayan kecil akan dilibatkan, bukan sebaliknya mengusir mereka.”Kami tidak ada merusak ekosistem. Ada zona inti pelabuhannya, zona penyangga itu UMKM,” jelasnya.
Sumardiana menjamin PPN Pengambengan dikelola secara modern. Tidak akan ada bau ikan menyengat dan akan tidak banyak lalat.” Nanti semua akan hilang, bau bau itu akan hilang semua,”tandasnya.***