Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Perkuat Kolaborasi Pemerintah – Umat Kelola Sampah Dari Sumber, Diolah Jadi Media Tanam Sayur

M.Ridwan • Rabu, 20 Agustus 2025 | 21:03 WIB
KOMITMEN: LPLH - SDA dan para aktivisi komunitas muslim penggiat sampah saat bersama Dinas LH dan Kesbangpol Bali, Selasa 19 Agustus 2025.
KOMITMEN: LPLH - SDA dan para aktivisi komunitas muslim penggiat sampah saat bersama Dinas LH dan Kesbangpol Bali, Selasa 19 Agustus 2025.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Problematika sampah hingga kini masih terus menjadi isu hangat. Terlebih setalah Pemprov Bali menutup TPA Open Dumping Suwung Denpasar.

Padahal aktivitas domestik dalam rumah tangga adalah sumber utama produksi sampah. Menyikapi hal ini LPLH-SDA MUI Bali sebagai lembaga yang konsen melakukan skema penanganan sampah menggelar rapat koordinasi terkait pengelolaan sampah dari sumber, bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kesbangpol Provinsi Bali, di Co.Med Caffe Perum Grestenan No 4 Br Tegal Buah, Padang Sambian Kelod Denpasar, Selasa 19 Agustus 2025.

Hadir mewakili Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali yakni, Ida Bagus Wira dan utusan Kesbangpol Bali Adhitya

Sekretaris MUI Provinsi Bali, H. Ismoyo Soemarlan dalam rakor tersebut menegaskan, bahwa umat Islam mendukung penuh upaya Pemprov Bali dalapenanganan sampah berbasis sumber.

”Komunitas-komunitas muslim sangat mendukung dan sudah melakukan langkah nyata penanganan sampah berbasis sumber, yaitu memilah dan mengolah dari sumber,” ungkap Ismoyo, yang juga Rektor Universitas BIM Bali ini.

Selain melakukan langkah pemilahan, di lembaga-lembaga keumatan juga sudah banyak membuat Teba Modern sebagai wahana pengolahan sampah organik.

”Komunitas muslim membuat teba modern dan pengolahan sampah dengan dana swadaya, ini sebagai komitmen bahwa umat Islam di Bali sangat mendukung program Pemprov Bali mengatasi peliknya masalah sampah ini,” tandas Ismoyo.

Sementara itu, Ketua LLHPB (Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana) Pengurus Wilayah Aisyiyah (PWA) Bali, Setyarti, S.S, M.Hum, menekankan pihaknya telah melakukan langkah maju penanganan sampah di tingkat terbawah.

”Salah satunya capaian kami meningkatnya daya lenting keluarga dan komunitas pegiat sampah. Kemudian memilah sampah rumah tangga manfaatkan kompos sebagai media tanam,” ungkap Setyarti, yang dikenal perempuan aktivis lingkungan Muhammadiyah Bali ini.

Sementara itu, utusan Dinas LH Bali,  Ida Bagus Wira, mengapresiasi langkah tepat dan taktis yang dilakukan komunitas pegiat sampah di sejumlah lembaga keumatan.

”TPS3R dan swakelola bisa berkolaborasi menyelesaikan sampah organik yang berlebih ditingkat rumah tangga atau kawasan, wajib harus memilah dari sumbernya, tidak boleh lagi dengan pola kumpul angkut buang,” saran Gus Wira.

Pihaknya kata dia,  siap mempublikasikan aktivitas umat Islam dalam pengelolaan sampah

”Pengelolaan sampah berwawasan lingkungan sudah bukan pilihan tetapi bersifat wajib,” tegasnya.

Pihaknya juga mengapresiasi konsep pengelolaan sampah berbasis wawasan di YAH Joglo, layak dikembangkan di semua wilayah.***

Editor : M.Ridwan
#pengelolaan sampah #penanganan sampah #umat islam #mui bali #radarbali