DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Bali melukis teba modern terlihat lebih menarik tak seperti pengolahan sampah.
Lubang tanah sedalam 2 hingga 2,5 meter untuk menimbun sampah yang kini diperkuat dengan beton, diberi penutup, dan difungsikan sebagai komposter.
Permukaan beton dihiasi motif flora dan fauna tropis, menciptakan kesan artistik sekaligus menyampaikan pesan ekologis. Dari kejauhan, bentuknya tampak seperti instalasi seni kontemporer yang mempercantik kampus, namun sejatinya menjadi sarana pengolahan sampah ramah lingkungan.
Baca Juga: Disorot Dewan Bali, Nuanu Sebut Izin Lengkap dan Menjadi Contoh Pengembangan Kawasan di Bali
Mahasiswa seni rupa ISI Denpasar berperan aktif dalam melahirkan ide ini. Mereka menjadikan sarana pengolahan sampah sebagai media edukasi visual, memperlihatkan bahwa seni dapat berjalan beriringan dengan kesadaran lingkungan. Para akademisi menilai langkah tersebut sebagai integrasi nyata antara seni dan sains yang mampu menginspirasi masyarakat luas.
Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi langkah kreatif ISI Bali. Ia menegaskan, Teba Modern merupakan bagian dari gerakan pengolahan sampah berbasis sumber yang saat ini gencar digalakkan di seluruh Bali.
”Mari kita balut fasilitas ini dengan karya seni sehingga tempat pengolahan sampah tidak hanya fungsional, tetapi juga eksotik dan indah dipandang,” ujar Koster, Rabu (27/08l)
Hadirnya Teba Modern Kreatif di lingkungan kampus ISI Denpasar sekaligus menegaskan pengelolaan sampah bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, indah, dan inspiratif.***
Editor : M.Ridwan