Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Eskalasi Meluas, di Bali Bentrok Pelajar, Mahasiswa, dan Ojol VS Polda Bali Tak Terelakkan

Andre Sulla • Minggu, 31 Agustus 2025 | 03:21 WIB
LAWAN! Ribuan massa Driver Ojol bersatu dan mahasiswa bersatu menggedor Polda Bali Sabtu 30 Agustus 2025.
LAWAN! Ribuan massa Driver Ojol bersatu dan mahasiswa bersatu menggedor Polda Bali Sabtu 30 Agustus 2025.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Kematian ojol secara tragis dilindas Rantis Brimob di Jakarta mematik eskalasi meluas hingga daerah. Situasi di depan Mapolda Bali, Sabtu (30/8/2025), berujung ricuh.

Bentrokan tak terhindarkan setelah pihak kepolisian dinilai mengabaikan permintaan negosiasi perwakilan massa aksi. Ratusan pelajar, mahasiswa, hingga pengemudi ojek online (ojol) bersatu menyuarakan aspirasi mereka.

Gelombang demonstrasi ini disebut sebagai salah satu aksi terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Bali. Massa datang dengan mengusung beragam tuntutan: mulai dari isu dugaan kekerasan aparat, beban biaya hidup yang semakin menekan, hingga kritik terhadap kebijakan pemerintah baru.

 Baca Juga: Aksi Unjuk Rasa di Mapolda Bali Ricuh, Aliansi Bali Tidak Diam Sampaikan 33 Tuntutan

Dengan membentangkan bendera merah putih, sejumlah atribut organisasi, hingga bendera bergambar tokoh kartun One Piece, mereka meneriakkan yel-yel perlawanan. Suasana semakin panas ketika peserta aksi menyalakan petasan, flare, hingga smoke bomb. Beberapa botol air mineral ikut dilempar ke arah aparat.

“Kami menuntut reformasi total Polri dan pembentukan badan independen pengawas Polri!” teriak salah satu orator dengan pengeras suara. Melihat massa yang tak kunjung bubar, pasukan Brimob bergerak maju membentuk barikade. Aparat berupaya membubarkan kerumunan dengan water cannon.

Namun, situasi semakin tak terkendali saat sejumlah demonstran mulai melempar batu ke arah petugas. Kericuhan berlangsung tegang selama hampir satu jam. Polisi sempat mengamankan tiga orang pria yang dicurigai sebagai provokator.

Mereka dibawa ke Mapolda Bali untuk pendataan sebelum akhirnya dilepaskan.

Menjelang sore, sekitar pukul 17.00 WITA, massa aksi akhirnya bergeser menuju Kantor DPRD Provinsi Bali. Meski demikian, suasana di sekitar Mapolda Bali masih dijaga ketat aparat guna mengantisipasi gelombang aksi susulan.***

Editor : M.Ridwan
#polda bali #bentrok massa #mahasiswa #bali #aksi ojol