DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Hujan lebat dan nonstop berdampak bencana banjir yang melanda wilayah Denpasar dan Badung pada sejak Selasa hingga Rabu menelan korban jiwa.
Kurang lebih tujuh orang ditemukan meninggal dunia akibat terbawa arus maupun dan tertimpa runtuhan bangunan. Tim gabungan masih melakukan pencarian korban lain yang dilaporkan hilang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang pria tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di penghambat arus air Bendungan Muara Nusa Dua, Rabu (10/9/2025) sekitar pukul 09.40 WITA. Korban diduga hanyut dan tidak mampu menyelamatkan diri. Identitas hingga kini belum diketahui.
Beberapa jam berselang, jasad perempuan tanpa identitas juga ditemukan di Tukad Klecung, Umalas, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, sekitar pukul 12.00 WITA. Berdasarkan perkiraan, Mrs.X ini hanyut dari kawasan Kerobokan Tengah dan tersangkut di lokasi tersebut. Proses evakuasi dilaksanakan oleh BPBD Badung.
Selain dua korban akibat hanyut, musibah ini juga menimpa warga di kawasan Kumbasari, Denpasar Barat. Di mana enam orang jadi korban bangunan toko ambruk dan tiga pedagang diterjang banjir. "Dari data diperoleh, terdapat sembilan korban," pungkas sumber petugas, Rabu (10/9/2025).
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya menyatakan, peristiwa tragis bangunan toko runtuh dan menimbun sejumlah orang. Tim SAR gabungan dari Basarnas Bali, BPBD, TNI, dan Polri segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
"Dikatakan, Enam orang tertimpa reruntuhan bangunan, dengan rincian doa selamat dan empat meninggal dunia," cetusnya. Korban yang selamat adalah Muis bersama anak laki-lakinya, Ousay. Bapak dan anak ini berhasil dikeluarkan dari reruntuhan Toko Kain Centrum dalam kondisi hidup.
"Namun, istri Muis bernama Nadira dan anak perempuannya, Maimunah, tidak berhasil diselamatkan,” jelas Sidakarya.
Sementara itu, dari Toko Kain Tasnim, dua korban ditemukan meninggal dunia, yakni pemilik toko bernama Tasnim dan seorang laki-laki bernama Parwa Husein.
Baca Juga: Timnas Indonesia Tersingkir, Thailand dan Vietnam Lolos ke Putaran Final Piala Asia U23
Selain korban dari dalam bangunan, tiga orang pedagang di sekitar lokasi juga menjadi korban. Satu pedagang, Ni Wayan Lenyot, ditemukan meninggal dunia.
Adapun dua pedagang lainnya hingga saat ini masih dalam pencarian tim SAR.
Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan alat berat dan didukung penuh oleh relawan. "Petugas terus berupaya melakukan pencarian hingga seluruh korban ditemukan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, area sekitar lokasi masih dipasangi garis polisi untuk mengantisipasi adanya potensi runtuhan susulan. Walaupun demikian, pihak Polresta Denpasar sama sekali belum memberikan tanggapan terkait data-data korban.
Sementara Rabu malam Gubernur Bali Wayan Koster bersama BPBD dan forkompimda mengumumkan jumlah korban meninggal jadi 9 orang dan 6 orang dinyatakan masih hilang. ***
Editor : M.Ridwan