DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Hujan yang mengguyur 2 hari tanpa henti membuat Bali dikepung banjir. Jalanan utama juga lumpuh tak bisa dilewati seperti di underpass, Dewa Ruci Kuta, Badung. Tidak hanya itu, bangunan roboh yang berlokasi di pinggir sungai Jalan Hasanudin. Denpasar.
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara memantau lokasi bencana bangunan yang ambrol. Selanjutnya dia juga meninjau banjir di Jalan Pura Demak.
Ditemui saat meninjau lokasi bencana, Koster menyebut akan memberikan ganti rugi kepada para pedagang yang terdampak akibat meluapnya Tukad Badung. Banyak barang dagangannya hanyut dan rusak. Jumlah pedagang yang tercatat sekitar 200 orang.”Ini nomor satu menyelamatkan pedagang dulu. Astungkara secara umum bisa diselamatkan,” ungkapnya.
Baca Juga: Klungkung Dilanda Banjir dan Longsor, Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat
Koster meminta Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menghitung besaran ganti rugi. Disebut sumber dana untuk ganti rugi dari APBD Pemprov Bali dan APBD Kota Denpasar. Kerusakan bangunan para pedagang yang rusak akan segera direhabilitasi.
”Karena barang sudah hanyut dan rusak akan diganti rugi. Berapa besarnya bapak wali kota sedang menghitung semua. Ada bangunan yang roboh ada juga yang rusak direhabilitasi baik ganti rugi material barang- barang dagangan masyarakat barang dagangan para pedagang kemudian juga yang rusak itu akan didanai sharing APBD provinsi dan APBD Kota Denpasar,” beber Koster.
Danrem juga diminta turun, dari TNI angkatan laut dan darat turut membantu membersihkan pasar usai diterjang banjir. Sarannya setelah keadaan kondusif dan tidak banjir lagi, pedagang bisa berjualan kembali.
Disinggung penyebab banjir, Koster menjawab klise diakibatkan curah hujan tinggi dan juga hulu Tukad Badung sangat jauh.” Kan hulunya jauh panjang Tukad Badung ini panjang ini curah hujan tinggi kemarin sehari dan tadi pagi ya tentu saja menyebabkan masalah banjir,” ucap Mantan DPR RI Ini.
Pejabat asal Sembiran, Buleleng enggan menjawab disinggung masifnya alih fungsi lahan di Pulau Dewata. Ia meminta jangan buru-buru menyimpulkan penyebab dari banjir karena banyak ada bangunan Bali.
”Jangan dulu buru buru menyimpulkan ya,” ketusnya.
Di lain sisi, banyaknya sampah ditemukan di sungai salah satu indikasi sungai meluap. Koster menyebutkan sumber sampah bisa dari rumah tangga atau juga pedagang. Sampah-sampah yang berserakan diminta segera ada dibersihkan.
”Ya harus diselesaikan sampah yang ada dibersihkan dan diangkut ditempatkan di lokasi memungkinkan,” pintanya.
Lebih lanjut disampaikan Denpasar menjadi wilayah paling parah karena ada 43 titik banjir dan terparah di Pasar Kumbasari dan Jalan Pura Demak, Denpasar Barat. Serta juga banjir terjadi di kampung turis Legian dan sekitar daerah di Kabupaten Badung.
”Untuk underpass saya belum sempat lokasi,” jelasnya.
Penanganan mobil-mobil tenggelam akan dibantu oleh TNI. Koster membantah akan terjadi kemacetan parah karena dampak dari banjir di underpass.***
Editor : M.Ridwan