Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Waspada! Banjir Bali Berisiko Terhadap Perputaran Uang, Berimbas Kerugian di Berbagai Sektor

Marsellus Pampur • Kamis, 11 September 2025 | 18:20 WIB
DIHAJAR AIR BAH : Kondisi Pasar Kumbasari setelah musibah banjir air Tukad Badung meluap. (foto:miftahuddin/radar bali)
DIHAJAR AIR BAH : Kondisi Pasar Kumbasari setelah musibah banjir air Tukad Badung meluap. (foto:miftahuddin/radar bali)

Kejadiwan musibah banjir dahsyat yang melanda Bali tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak signifikan pada perekonomian.

INI seperti dituturkan pakar ekonomi Universitas Warmadewa Denpasar, Prof. I Made Sara, masalah ini adalah tantangan kompleks yang memerlukan penanganan serius dari pemerintah dan kesadaran bersama dari masyarakat.

Prof. Made Sara menjelaskan bahwa kerugian akibat banjir bersifat langsung maupun merambat ke berbagai sektor. Kerugian materiil paling terlihat mencakup kerusakan pada bangunan, properti, dan kendaraan yang terendam.

MENGAJAK WASPADA : Akademisi, Prof. Made Sara. (ist)
MENGAJAK WASPADA : Akademisi, Prof. Made Sara. (ist)

"Banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang mogok atau rusak parah karena terendam banjir," ujarnya di Denpasar, Rabu (10/8/2025).

Selain itu, infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan sistem drainase juga rusak parah, mengganggu mobilitas dan distribusi barang. Sektor pertanian juga tidak luput dari dampak, di mana lahan dan infrastruktur irigasi rusak akibat terendam air.

Menurut Made Sara, aktivitas ekonomi di Denpasar dan Bali secara umum menjadi terhambat total. "Hal ini menyebabkan kerugian pendapatan dan produktivitas," katanya.

Sektor pariwisata pun ikut terdampak. Banjir mengganggu akses ke bandara dan destinasi wisata, menyebabkan kemacetan dan penundaan penerbangan. Citra Bali sebagai destinasi wisata yang aman juga berpotensi menurun, yang dapat mengurangi jumlah kunjungan wisatawan di masa mendatang.

"Strategi kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan ekonomi di tengah ancaman banjir," pungkasnya.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#dampak ekonomi #bencana #banjir #pariwisata