DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Banjir bandang yang melanda Bali masih menyisakan luka mendalam. Belasan korban jiwa, dua di antaranya masih dalam pencarian, serta kerugian materi besar menjadi duka yang belum sepenuhnya pulih. Namun, di balik bencana, semangat kebersamaan justru semakin menguat.
Pasca kejadian, Pemerintah Provinsi Bali, TNI, Polri, pelajar, relawan, unsur swasta, hingga masyarakat umum ikut serta dalam kerja bakti massal dan masih terlihat di berbagai tempat. Dewan Perwakilan Wilayah Forum Pemuda (FP) Nusa Tenggara Timur (NTT) Bali kerahkan seluruh anggota turun tangan.
Aksi nyata FP NTT Bali bersama beberapa Organisasi pemuda di Bali yang terlibat dalam kerja bakti massal, mulai pukul 09.30 hingga 12.00 WITA.
Memungut sampah yang memenuhi bantaran dan ada juga sampah di sungai, Taman Pancing, Pemogan. Diantaranya Ranting, batang kayu, plastik, perabot rumah tangga, hingga kain bekas yang hanyut terbawa banjir.
Tentunya dikumpulkan di beberapa titik lalu diangkut menggunakan unit truk sampah menuju TPA Suwung. Warga setempat pun menyambut antusias. Ketut Aditya, salah seorang warga Taman Pancing, mengaku lega melihat aksi gotong royong ini.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian teman-teman yang telah membersihkan lingkungan kami dari sisa-sisa banjir,” ucapnya.
Kepala Desa Pemogan, I Made Suwirya, mengapresiasi bentuk kepedulian nyata dari FP NTT dan beberapa organisasi yang terlibat dalam pembersihan, untuk lingkungan Bali. “Seluruh sampah dapat ditimbulkan akibat bencana, diangkut ke TPA Suwung agar tidak menimbulkan penyakit menular maupun risiko banjir susulan,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua FP NTT Bali Kristianus Bali, melalui Adi Glen selaku Wakil Ketua didampingi Ketua Panitia Putu Peter mengatakan kegiatan ini bertemankan "Ayo Bersih Sungai, Pulihkan Lingkungan Bali" tentu mendapatkan dukungan dari Pemerintah melalui perangkat Desa dan TNI - Polri.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Arema FC di BRI Super League 2025/26
“Kami lakukan hari ini adalah panggilan hati sekaligus komitmen kami sebagai warga diaspora untuk mendukung pemulihan lingkungan pasca bencana,” ungkap Adi Glen.
Menimpali Adi, Ketua Panitia, Putu Piter, menekankan selain kebersihan, menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata dunia. “Bersama masyarakat dan aparat, kami ingin mengembalikan kondisi lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan aman,” ujarnya.
Banjir bandang yang terjadi sebelumnya memang meninggalkan duka mendalam dengan belasan korban jiwa, dua di antaranya masih dalam pencarian. Selain kerugian materil, tumpukan sampah menjadi ancaman baru yang harus segera ditangani.
"Karena itu, aksi bersih sungai bertema 'Ayo Bersih Sungai, Pulihkan Lingkungan Bali' menjadi simbol sinergi dan kepedulian bersama demi menjaga keberlangsungan lingkungan," tutupnya.***
Editor : M.Ridwan