Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sudah Setahun Akses Jalan Ditutup, Warga Ungasan Mengadukan Manajemen GWK ke DPRD Bali, Tak Main-Main ini Ancaman Dewan

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 23 September 2025 | 13:39 WIB

 

PROTES WARGA: Suasana salah satu sudut Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park. Akses jalan warga untuk sembahyang ditutup oleh manajemen.
PROTES WARGA: Suasana salah satu sudut Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park. Akses jalan warga untuk sembahyang ditutup oleh manajemen.

DENPASARradarbali.jawapos.com -  Lantaran tak diberikan akses, Manajemen Garuda Wisnu Kencana (GWK) diadukan oleh Puluhan warga Banjar Adat Giri Dharma Desa Adat Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung ke DPRD Provinsi Bali kemarin (22/9/2025). Hadir Bendesa Adat Ungasan yang juga Wakil Ketua I DPRD Bali, I Wayan Disel Astawa. 

Mereka diterima langsung oleh Komisi I DPRD Bali dan juga Wakil Ketua III DPRD Bali, I Komang Nova Sewi Putra.

Pengakuan Wayan Sugita Putra Salah satu warga adat Banjar Giri Dharma, di beberapa titik sedang dikunci karena akses jalan mereka ditutup sejak setahun lalu.

Pihak manajemen GWK telah berjanji sejak September 2024 lalu akan segera membuka akses jalan warga yang ditutup tersebut. Hingga kini tak kunjung dibuka. Harapannya dengan pertemuan ini bisa menemukan jalan keluar.

Bendesa Adat Ungasan, I Wayan Disel Astawa, menyatakan akses untuk masyarakat tidak boleh ditutup. Meski perusahaan swasta maupun pemerintah daerah. Seharusnya wajib hukumnya berikan akses jalan kepada warga masyarakat.

”Masyarakat masih memikul banten berjalan kaki ke pinggir jalan karena akses jalan mereka ditutup," keluh Disel. 

LAPORKAN GWK: Bendesa Desa Adat Ungasan I Wayan Disel Astawa (kanan) juga Wakil Ketua DPRD Bali diwawancarai usai pertemuan warga di kantor DPRD Bali menyoal penutupan jalan oleh pengelola manajemen.
LAPORKAN GWK: Bendesa Desa Adat Ungasan I Wayan Disel Astawa (kanan) juga Wakil Ketua DPRD Bali diwawancarai usai pertemuan warga di kantor DPRD Bali menyoal penutupan jalan oleh pengelola manajemen.

Dengan pertemuan harapannya dapat titik temu, sehingga masyarakat Banjar Adat Giri Dharma Ungasan mendapatkan kenyamanan. Terlebih konsep GWK adalah pariwisata budaya, mestinya aspek-aspek budaya di wilayah Banjar Adat Giri Dharma Ungasan dijaga.

”Jangan malah mengisolasi warga setempat dengan menutup akses mereka,” sentilnya. 

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Budiutama mengungkapkan aduan masyarakat terkait penutupan jalan ke beberapa rumah warga oleh pihak Manajemen GWK telah diterima.

Sebelumnya ia bersama Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali sudah mengecek langsung ke lokasi di Balai Banjar Giri Dharma Desa Adat Ungasan pada Kamis,(18/9/2025) lalu. 

Hasil pertemuan ini, anggota Komisi I DPRD Bali memberikan waktu selama seminggu kepada manajemen GWK untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Ancamannya, jika dalam kurun waktu tersebut akses jalan belum dibuka, maka Komisi I DPRD Bali akan mengeluarkan rekomendasi untuk menutup operasional GWK. ***

Editor : M.Ridwan
#bendesa adat ungasan #disel astawa #gwk #dprd bali