DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Sejak awal Oktober 2025, bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite mulai langka di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Kondisi ini membuat warga kelimpungan. Mereka terpaksa beralih menggunakan Pertamax yang harganya lebih mahal sekitar Rp 2.500 per liter.
Pantauan Jawa Pos Radar Bali, sejumlah SPBU di kawasan Kota Denpasar, Jalan , hingga wilayah Kuta dan Mengwi tampak sepi pada jalur Dispenser (pengisian) BBM jenis Pertalite. Tak ada antrean kendaraan seperti biasanya. Banyak pengendara yang sempat masuk ke area SPBU, namun langsung keluar begitu mengetahui Pertalite tidak tersedia.
“Sudah seminggu ini Pertalite enggak dikirim. Katanya kosong dari pusat. Kami juga enggak tahu alasannya,” ujar salah satu petugas SPBU di kawasan Kuta, Senin (21/10). Hal serupa disampaikan Agus, salah seorang pengendara motor yang ditemui saat mengisi bensin di SPBU Jalan Pulau Tarakan.
Baca Juga: Bali Kembali Terancam Kelangkaan BBM, SPBU Keluhkan Suplai, Pertamina Ngaku Begini
Ia mengaku sudah berkeliling ke SPBU-SPBU sejak beberapa hari terakhir, namun hasilnya nihil. Dulu kalau harga naik sedikit saja heboh. Sekarang Pertalite langka dari awal bulan, tapi sepi-sepi aja. Kayaknya masyarakat sudah pasrah. "Jangan-jangan subsidi mulai dihapus pelan-pelan,” ujarnya dengan nada heran.
Sejumlah warga lain juga mengaku keberatan dengan kondisi ini. Meskipun selisih harga antara Pertalite dan Pertamax hanya sekitar dua ribu rupiah, namun tetap terasa berat bagi masyarakat kecil yang setiap hari bergantung pada kendaraan bermotor.
“Kalau sehari isi dua liter saja, selisihnya sudah Rp 5.000. Dalam sebulan bisa puluhan ribu. Lumayan berat buat yang penghasilannya pas-pasan,” kata Yudi, pengemudi ojek Online.
Sementara itu, petugas SPBU 54.801.53 di kawasan Jalan Pulau Tarakan, Denpasar Barat mengungkapkan bahwa pengiriman Pertalite terakhir diterima pada akhir September lalu. Setelah itu, tidak ada lagi distribusi baru dari pihak Pertamina.
“Biasanya seminggu dua kali dikirim. Tapi sejak awal Oktober, enggak ada lagi. Kami juga belum dapat info pasti kapan akan dikirim lagi,” katanya. Kondisi ini membuat pemandangan SPBU berbeda dari biasanya.
Petugas lebih banyak duduk menunggu, sebagian mengobrol sambil memandangi halaman pom bensin yang lengang.
Berharap pihak Pertamina Regional Jatimbalinus terkait penyebab langkanya Pertalite di Bali. Warga berharap pasokan segera normal kembali agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu.***
Editor : M.Ridwan