TABANAN, RadarBali.id – Setelah bertahun-tahun menanti kepastian, proyek pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, yang merupakan ruas tol terpanjang di Pulau Dewata, akhirnya mendapat lampu hijau resmi dari Pemerintah Pusat. Kepastian ini disambut gembira oleh ribuan warga di tiga kabupaten yang lahannya terdampak.
Proyek ambisius dengan nilai investasi mencapai Rp 25,4 triliun ini secara resmi akan dilanjutkan di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini dikuatkan dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025, yang menetapkan tol ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025-2029.
Warga terdampak, yang telah menantikan progres sejak patok tol dipasang sekitar dua tahun lalu, kini bernapas lega.
"Kami bersyukur proyek tol ini ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN lewat Perpres," ujar I Nyoman Agus Suriawan, salah satu warga Desa Antosari, Selemadeg Barat, Tabanan, yang lahannya terdampak, saat dihubungi Kamis (23/10/2025).
Menurut Agus Suriawan, ketidakpastian proyek selama ini membuat warga dilema. Sebagian lahan yang sudah dipatok masih digarap, dan warga yang rumahnya berada di jalur tol tidak berani melakukan renovasi atau perbaikan.
"Yang kami ingin sekarang adalah eksekusi proses pengerjaan dan pembebasan lahan warga yang terdampak. Mudah-mudahan secepatnya pemerintah bisa melakukan," harapnya.
Skema Pembiayaan dan Detail Proyek
Tol Gilimanuk-Mengwi membentang sepanjang $98,8$ kilometer, melintasi tiga kabupaten (Jembrana, Tabanan, dan Badung), 13 kecamatan, dan 58 desa. Proses pembiayaan jalan bebas hambatan ini akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), menandakan kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta.
Pembangunan tol dibagi menjadi tiga sesi:
- Sesi I: Gilimanuk-Pekutatan (panjang 53,6 KM)
- Sesi II: Pekutatan-Soka (panjang 24,3 KM)
- Sesi III: Soka-Mengwi (panjang 18,9 KM)
Warga Inginkan Keseriusan Eksekusi
Senada dengan warga, Sekretaris Forum Perbekel terdampak Tol Gilimanuk-Mengwi, Tabanan, I Gede Ari Wastika, menyambut gembira terbitnya Perpres tersebut. Namun, ia menekankan agar Pemerintah Pusat segera menunjukkan keseriusan dalam proses eksekusi di lapangan.
"Kami menyambut gembira munculnya Perpres Tol Gilimanuk-Mengwi ini, tetapi dengan catatan pemerintah harus serius untuk melakukan eksekusi. Kami ingin ada kepastian dari pemerintah terlepas dari terbitnya Perpres," tegasnya singkat.
Kini, semua mata tertuju pada langkah pemerintah selanjutnya dalam merealisasikan proyek strategis ini, khususnya terkait skema pembiayaan dan percepatan pembebasan lahan yang menjadi harapan utama warga terdampak.[*]
Editor : Hari Puspita