Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Upacara di Pura Penataran Agung Pucak Mangu, Cokorda Mengwi XIII Ingatkan Lagi Perihal Tri Hita Karana

Marsellus Pampur • Kamis, 6 November 2025 | 21:49 WIB
Cokorda Mengwi XIII saat Karya Puncak Tawur Balik Sumpah Utama, Padudusan Agung, Menawa Ratna, Mapaselang, Mapadanan Medasar Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Penataran Agung Pucak Mangu Rabu (5/11).
Cokorda Mengwi XIII saat Karya Puncak Tawur Balik Sumpah Utama, Padudusan Agung, Menawa Ratna, Mapaselang, Mapadanan Medasar Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Penataran Agung Pucak Mangu Rabu (5/11).

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com -Meski sempat diguyur hujan, prosesi Karya Puncak Tawur Balik Sumpah Utama, Padudusan Agung, Menawa Ratna, Mapaselang, Mapadanan Medasar Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Penataran Agung Pucak Mangu,berlangsung hikmat pada Rabu (5/11/2025.

Manggala Karya yang juga sekaligus Pangempon Pura Pucak Mangu, Ida Ratu Cokorda Mengwi XIII di sela upacara itu menjelaskan, bahwa Karya Puncak Tawur Balik Sumpah Utama, Padudusan Agung, Menawa Ratna, Mapaselang, Mapadanan Medasar Tawur Balik Sumpah Utamandigelar untuk membersihkan dan menyucikan alam dan segala isinya.

Salah satu prosesi yang telah dilakukan sehari sebelumnya yakni pelepasan kijang dan beragam jenis burung di hutan sebagai bentuk penghormatan kembali ke alam.

Di mana prosesi yang juga bagian Karya Padudusan Agung Pura Penataran Agung Pucak Mangu ini juga untuk memberikan pesan bahwa manusia sepatutnya menjaga kesucian alam dan keberlangsungan ekosistem di dalamnya termasuk flora dan fauna.

”Ritual ini juga bertujuan untuk mempererat rasa syukur dan bakti kepada Ida Shang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa," katanya. Dimana manusia harus selalu menjaga keseimbangan sebagaimana filsafah Hindu yakni Tri Hita Karana.

Upacara ini juga menjadi penting, karena merupakan bagian dari ungkapan rasa syukur atas anugerah yang telah diterima.

”Menjaga keharmonisan Tri Hita Karana, yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam," ujarmya. Rangkaian upacara di Pura Penataran Agung Pucak Mangu sendiri telah dimulai beberapa hari sebelumnya.

Rangkaiannya dimulai dari Pratima Ida Bathara Turun Kabeh Melasti Ring Segara (Pantai) Kramat Seseh, Mengwi, Badung pada Kamis (30/1).

Lalu berikutnya pada Sabtu (1/11), digelar prosesi Danu Kertih, di Ulun Danu Beratan, Tabanan. Kemudian dilanjutkan prosesi Wana Kertih pada Selasa, 4 November 2025 dan puncaknya pada Rabu (5/11).

Ida Ratu Cokorda Mengwi XIII berharap, dengan digelarnya Karya Puncak Tawur Balik Sumpah Utama, Padudusan Agung, Menawa Ratna, Mapaselang, Mapadanan Medasar Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Penataran Agung Pucak Mangu, ini masyarakat Bali bisa menyatu lagi dengan alam.

Diharapkan pula agar upacara ini menjadi momentum untuk merefleksikan diri terkait kondisi alam sekarang dengan sejumlah fenomena yang terjadi di Bali beberapa waktu belakangan ini.

”Berbagai peristiwa bencana alam baru-baru ini adalah alarm agar manusia kembali mengimplementasikan nilai-nilai luruh Tri Hita Karana. Semoga upakarya ini mampu menjadi momentum refleksi bagi masayarakat Bali khsususnya di di wawidangan Badung," pungkasnya. 

Editor : Rosihan Anwar
#Cokorda Mengwi XIII