Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Konsulat Jenderal Australia di Bali Dukung Perempuan Indonesia untuk Tetap Aman di Ruang Digital

Tim Redaksi • Rabu, 10 Desember 2025 | 04:06 WIB
RUANG DIGITAL: Konjen Australia di Bali, Jo Stevens, saat membuka sesi pelatihan untuk mendukung 16 Hari Aktivisme Melawan Kekerasan Berbasis Gender Selasa, 9 Desember 2025.
RUANG DIGITAL: Konjen Australia di Bali, Jo Stevens, saat membuka sesi pelatihan untuk mendukung 16 Hari Aktivisme Melawan Kekerasan Berbasis Gender Selasa, 9 Desember 2025.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Konsul-Jenderal Australia di Bali, Ibu Jo Stevens, membuka sesi pelatihan untuk mendukung 16 Hari Aktivisme Melawan Kekerasan Berbasis Gender 2025 pada Selasa, 9 Desember 2025.

Sebuah kampanye global yang mendorong masyarakat di seluruh dunia untuk bersatu dan bertindak untuk mencegah dan mengakhiri kekerasan berbasis gender.

Tahun ini temanya adalah "BERSATU untuk Mengakhiri Kekerasan Digital terhadap Semua Perempuan dan Anak Perempuan".

Konsulat-Jenderal Australia di Bali menyambut 22 perempuan muda untuk sesi interaktif tentang mengidentifikasi kekerasan digital dan menjaga keamanan daring.

Para peserta pelatihan ini merupakan bagian dari program Bali WISE dari Yayasan R.O.L.E., sebuah program yang bertujuan untuk memberdayakan perempuan muda melalui pendidikan keterampilan untuk membangun komunitas yang berkelanjutan di Indonesia.

Sesi ini dipandu oleh Ibu Nyoman Ayu Sukma Pramestisari, seorang sosiolog dan akademisi dari Universitas Udayana yang merupakan pakar perlindungan dan pemberdayaan perempuan di dunia digital.

Dalam sambutannya, Konsul-Jenderal Stevens mengatakan,

“Pemerintah Australia berkomitmen untuk memajukan kesetaraan gender, baik di Australia maupun di dunia internasional. Kita tahu bahwa ketika perempuan dan anak perempuan tidak mendapatkan hak, kekuasaan, dan kesempatan yang sama, hal itu menciptakan lingkungan di mana kekerasan ditoleransi, dianggap normal, atau dibiarkan begitu saja. Saya berharap diskusi hari ini dapat membantu kita, sebagai komunitas dan individu, untuk memahami ancaman yang ada, mengambil tindakan untuk melindungi diri sendiri, dan mendukung para penyintas. Bersama kita berupaya untuk mengakhiri kekerasan berbasis gender dalam segala bentuknya.”

Untuk informasi lebih lanjut tentang kegiatan Konsulat-Jenderal Australia di Bali dan kesempatan belajar, ikuti @KonJenBali di X dan Instagram.***

Editor : M.Ridwan
#konjen australia #Jo Stevens #Kekerasan Berbasis Gender