DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Gebyar FKMTI 2025 hadir sebagai ajang besar keluarga muslim se-Bali untuk memperkuat ukhuwah, berbagi inspirasi, dan meneguhkan peran berbagai komunitas, khususnya kalangan perempuan dan ibu-ibu dalam membangun ketahanan pangan umat di era penuh tantangan ini, ruang berkumpulnya kebaikan, ilmu, kreativitas, dan pemberdayaan.
Semua kegiatan ini dirangkai dalam satu hari penuh keberkahan yang diselenggarakan di Masjid IKMS Al Muhajirin, Jl. Gn. Lebah Denpasar, Bali,pada (7/12/2025),yang kategori kegiatannya ada Tabligh akbar,lomba online dan offline serta bazar makanan dan minuman yang di inisiasikan untuk tidak hanya berkumpul namun bertumbuh, berdaya, dan menguatkan satu sama lain.
Kepala bagian tata usaha kantor wilayah kementerian agama provinsi Bali Dr. H. Syarif Hidayatullah S.S, M.Pd,menjelaskan keberadaan majelis taklim atau FKMTI (Forum Komunikasi Majelis Taklim) di Pulau Bali ini mempunyai peranan yang sangat penting.
Pertama sebagai benteng utama kegiatan pendidikan membentuk karakter anak-anak,yang kedua dari sisi ekonomi seperti mendukung program pemerintah yang mana fokusnya pada ketahanan pangan.
“Jadi ibu-ibu majelis taklim ini memang dia dalam undang-undang itu sudah ada regulasi ya di KMA 29 tahun 2019, salah satunya ibu-ibu majelis taklim ini menjalankan program kerja pak Prabowo yang sekarang disosialisasikan adalah sorgum yang menjadi bahan alternatif makanan pokok lah yang nantinya akan disosialisasikan dengan kegiatan-kegiatan lembaga keagamaan di Pulau Bali”, jelasnya.
Pada kesempatan kali ini juga hadir dosen Politeknik kesehatan kementrian kesehatan Denpasar, dokter Badrut Tamam, S.TP,mbiotech, sebagai pemateri dalam sesi talkshow nya menyampaikan, ketahanan pangan adalah program pemerintah yang sudah ada dalam undang-undang dan bagaimana pangan itu mampu disediakan oleh pemerintah untuk seluruh warga negaranya.
Kemudian mampu diakses dan mampu dijangkau kemudian makanan itu mampu memberikan efek positif bagi tumbuh kembang. Itu adalah aspek pemanfaatan dan aspek sustainability,bagaimana pangan itu mampu sustain dan stabil di masyarakat itulah ketahanan pangan dan program pemerintah yang harus didukung.
“Kita akan berharap tahun 2045 itu akan terbentuk generasi emas jadi itu yang harus kita kuatkan di level keluarga,makanan tersedia cukup kemudian makanan nya itu bergizi tidak hanya sekedar makan tapi juga harus melihat aspek gizi dan kesehatan kemudian mampu sustain dan mampu disediakan setiap saat,khususnya pada level anak sekolah karena anak sekolah inilah yang akan menjadi pemimpin di tahun 2045 itu sehingga ini penting sekali untuk kita sukseskan”, ungkapnya.
Baca Juga: JADWAL SALAT UNTUK DENPASAR DAN SEKITARNYA, RABU (10/12/2025)
Hal senada dikatakan oleh ketua umum FKMTI Provinsi Bali, Rahmani Siddik. Dijelaskan Rahmani, FKMTI ibu-ibu ini adalah forum dimana berkumpulnya majelis taklim seluruh Bali yang setiap akhir tahun mengadakan event gebyar FKMTI dengan tema yang berbeda setiap tahunya.Untuk tema tahun ini karena pemerintah sedang menggalakkan ketahanan pangan maka tema yang dipilih pada gebyar ini merajut ukhuwah, menebar manfaat membangun ketahanan pangan umat.
“Karena bagaimanapun juga ibu-ibu majelis taklim harus menjadi ibu-ibu yang cerdas, bermula dari ibu sebagai madrasah atau sekolah pertama bagi anak-anak sehingga nanti ibu-ibu inilah yang akan memberikan edukasi bagaimana tentang pangan,jadi kami berharap ibu-ibu tidak hanya upet-upet di dapur saja tetapi punya kecerdasan jadi smart ketika memasak itu dari bahan yang sederhana bisa menjadi yang luar biasa”, katanya.
Ketua panitia gebyar FKMTI 2025,Yulistyoningrum menambahkan, jenis kegiatan gebyar FMKTI ini terdiri dari tabligh akbar,lomba online dan offline,bazar makanan dan minuman dan pemaparan tentang tujuan kenapa mengadakan kegiatan ini sesuai tema yang dipilih.
Baca Juga: Fokus Targetkan Desak Rita ke Olimpiade 2028, FPTI Bali “Melepas” SEA Games 2025
Kegiatan gebyar FKMTI kali ini juga dihadiri oleh undangan dari ormas berjumlah 14 orang,undangan khusus 12 orang,undangan majelis taklim 137 orang,undangan Majelis taklim kota/kabupaten 15 orang serta ada bazar umkm yang tenant nya berjumlah 39 dari kalangan ibu-ibu dan komunitas.
“Total jumlah peserta yang mengikuti semua lomba disini itu 400 an orang lebih ,tapi yang mengikuti lomba hari ini rangking satu itu 206 ,yang lomba memasak itu 60 orang”,paparnya.
Adapun pemenang kategori lomba dalam kegiatan ini, lomba tartil : Juara 1,Aini Jamilatussolilah dari MT.Ahmad Dahlan Denpasar ,Juara 2 : Nur Hamimah dari MT.Al Ghuroba Denpasar,Juara 3 : Salsabila Firadusi Fuad dari MT.Ummahatul Aiyal Denpasar.
Lomba Kultum Bahasa Bali : Juara 1,Erna Trisnawati dari MT.Aisyiyah Denpasar Timur,Juara 2 Ayu Ginitri MT.Teuku Umar Denpasar,Juara 3 Rosi Rasyid dari MT.Ummi Denpasar.
Lomba Kebun majelis diposisi gold ada,Hj.Supadmi,Erni Imawati dan HJ.Mariani dari MT.Al Barokah Badung,diposisi Silver ada Luluk Prihandari,Erna Susiana dan Setyarti dari MT.Aisyiyah Bali.
Lomba Memasak sorgum,yang menempati rangking Gold ada Rani Rasyid dan Rosi Rasyid dari MT.Ummi,disusul Tifa Masayu dan Dewi Rukmana dari MT.As Sakinah yang menempati posisi silver.
Lomba Rangking 1,dengan juara terbaik diraih oleh Hana Afifah dari MT.Baitul Hikmah Denpasar,kemudian disusul oleh delapan peserta lain dengan perangkingan terbaik delapan.
Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi sebuah langkah untuk memberikan kontribusi kepada umat,menjadi sebuah wadah untuk berkumpul ,bertumbuh,berdaya dan saling menguatakan satu sama lain. ***(Novian)
Editor : M.Ridwan