DENPASAR, RadarBali.id – Kabupaten Buleleng, Bali, terpilih menjadi salah satu dari 13 kabupaten di tujuh provinsi yang menjadi fokus utama dalam proyek besar pengembangan hortikultura nasional, Horticulture Development In Dryland Areas Sector Project (HDDAP).
Proyek ini dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD).
Program ini menargetkan sekitar 10.000 hektare lahan kering di seluruh wilayah proyek akan diubah menjadi lahan produktif untuk memproduksi aneka sayur dan buah unggulan.
Hasil produksi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga untuk menyuplai bahan baku program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.
Optimalisasi Lahan Kering untuk Kebutuhan Nasional
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan bahwa potensi lahan kering nasional, termasuk di Buleleng, sangat besar dan harus dimanfaatkan maksimal.
"Kita harus manfaatkan semaksimal mungkin supaya memberikan kontribusi. Apalagi sekarang ada program misalnya MBG kan itu sayur, buah. Sehingga dari luas yang ada itu diharapkan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan sayur buah," ujar Taufiq Ratule usai Pertemuan HDDAP tingkat nasional di Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (11/12/2025).
Durian Buleleng Bidik Pasar Ekspor ke Tiongkok
Lebih lanjut, Taufiq Ratule juga menyoroti bahwa proyek ini akan memberdayakan jenis buah-buahan yang memiliki potensi ekspor tinggi, seperti manggis dan durian. Ia secara khusus memuji kualitas durian dari Bali, khususnya Buleleng, yang dinilai sangat layak untuk menembus pasar internasional.
Menurutnya, negara tujuan ekspor durian terbesar saat ini adalah China.
"Bali bagus peluangnya. Duriannya bagus. Saya pernah bertemu dengan petani, dan duriannya besar-besar. Itu sudah potensi ekspor. Potensi ekspor durian ke China besar. Di China dia akan terima berapa pun durian yang kita ekspor. Tinggal hulunya kita perbaiki," terangnya.
Mulai Berjalan, Implementasi Penuh di 2026
Program HDDAP ini dilaporkan sudah mulai berjalan pada tahun ini, meskipun masih dalam tahap penyesuaian administrasi. Taufiq Ratule memperkirakan implementasi proyek akan berjalan lebih signifikan pada tahun 2026.
"Kita ingin tahun ini sudah mulai berjalan. Memang masih banyak penyesuaian administrasi. 2026 akan lebih signifikan lagi. Disusun ya tahun ini sehingga tahun depan itu sudah lebih banyak ke implementasi teknis untuk yang 13 kabupaten dan 7 provinsi termasuk di Buleleng," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita