Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Nasib Tol Gilimanuk-- Mengwi Menggantung, Masyarakat Terdampak Semakin Resah Menanti Kepastian Tender Ulang 2026

Juliadi Radar Bali • Sabtu, 13 Desember 2025 | 15:45 WIB
SUDAH SEMPAT DIDEMO : Demo warga Tabanan yang terkena proyek tol Mengwi-Gilimanuk, beberapa waktu lalu. (juliadi/radar bali)
SUDAH SEMPAT DIDEMO : Demo warga Tabanan yang terkena proyek tol Mengwi-Gilimanuk, beberapa waktu lalu. (juliadi/radar bali)

TABANAN, Radar Bali.id Ketidakjelasan nasib proyek strategis nasional Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi yang telah tertunda hingga empat tahun membuat ribuan masyarakat yang lahannya terdampak pembebasan lahan semakin resah.

Mereka menuntut kepastian setelah rumah dan lahan mereka terlanjur dipatok dan diukur.

Keresahan ini disampaikan oleh sejumlah masyarakat dan Forum Perbekel Terdampak Tol di Tabanan saat bertemu di Balai Pertemuan Desa Antosari, Selemadeg Barat, Rabu (10/12/2025), mengeluhkan nihilnya realisasi proyek tersebut.

Isyarat Tender Ulang Tahun 2026

Menanggapi keluhan masyarakat, anggota DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, memberikan informasi terbaru yang belum pasti. Politisi asal Tabanan ini menyebut adanya kemungkinan bahwa proyek tersebut akan ditender ulang.

“Informasi terakhir dari Komisi V (DPR RI), itu (Tol Gilimanuk-Mengwi) akan ditender ulang di 2026,” ungkap Adi Wiryatama, Jumat (12/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa informasi ini masih harus dikonfirmasi lebih lanjut ke pimpinan Komisi V, mengingat dirinya berada di Komisi IV yang membidangi pertanian.

Wiryatama berjanji, segera setelah masa reses berakhir, ia bersama anggota DPR RI dari Bali lainnya akan mempertanyakan kelangsungan proyek ini kepada pimpinan Komisi V.

Tuntutan Keputusan Tegas Pemerintah Pusat

Adi Wiryatama mengakui bahwa ketidakpastian ini menjadi sumber utama keresahan masyarakat, terutama karena lahan mereka telah diblok atau dipasangi patok.

"Mesti ada hitam di atas putih dan Pemerintah Pusat juga harus memberikan keputusan tegas. Agar masyarakat yang terdampak tidak resah," tegasnya.

Ia menambahkan, proyek ini adalah harapan besar untuk mengatasi kemacetan di Bali Barat dan Bali Tengah. Bersama anggota DPR RI Bali, ia akan terus mengawal kelangsungan proyek ini dan mencoba memperkuat sikap dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali guna memperjuangkan agar pembangunan tol tersebut segera dilaksanakan.

Mengingat informasi mengenai proyek ini sudah santer di media dan lahan masyarakat sudah terdampak pemblokiran.[*]

Editor : Hari Puspita
#tabanan #ganti rugi tanah #tol mengwi-gilimanuk #warga terdampak #PSN