NEGARA, RadarBali.id – Tren berbeda mewarnai arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 di Pelabuhan Gilimanuk. Jika biasanya Bali dibanjiri wisatawan pada puncak arus liburan, data terbaru menunjukkan penurunan jumlah kendaraan yang masuk ke Pulau Dewata dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, arus kendaraan yang keluar Bali justru menunjukkan tren peningkatan.
Puncak Arus yang Lebih Landai
Puncak angkutan Nataru diprediksi telah terlewati pada Selasa (23/12/2025) malam. Meski ribuan kendaraan memadati lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, suasana pada Rabu (24/12/2025) terpantau jauh lebih lengang.
Data dari ASDP Cabang Ketapang mencatat, sebanyak 6.399 unit kendaraan masuk ke Bali pada puncak arus liburan tahun ini. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang mencapai 6.776 unit. Penurunan lebih tajam terlihat pada sektor penumpang yang merosot hingga 12 persen.
Arus Keluar Bali Justru Meningkat
Berbanding terbalik dengan arus masuk, kendaraan yang meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk justru naik tipis sekitar 4 persen. Pada puncaknya, tercatat 6.706 unit kendaraan keluar Bali, meningkat dari tahun lalu yang sebanyak 6.444 unit.
Uniknya, lonjakan arus keluar ini didominasi oleh:
- Angkutan Barang: Naik signifikan sebesar 12 persen.
- Kendaraan Roda Dua: Meningkat 5 persen.
- Kendaraan roda empat pribadi, bus, dan penumpang umum cenderung menurun.
Prediksi Gelombang Kedua Jelang Tahun Baru
Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, mengonfirmasi penurunan produksi penyeberangan ini. Menurutnya, tidak terjadi kepadatan yang berarti bahkan pada saat puncak arus masuk yang diprediksi sebelumnya.
"Jika dibandingkan dengan tahun lalu, memang ada penurunan produksi. Kami melihat kemungkinan wisatawan yang datang ke Bali terpecah fokusnya karena ada dua momen liburan besar yang berdekatan," jelas Didi, Rabu (24/12/2025).
Ia menambahkan bahwa ada potensi peningkatan arus kendaraan gelombang kedua jelang malam pergantian tahun. "Wisatawan kemungkinan terbagi; ada yang memilih libur saat Natal, ada juga yang baru akan masuk ke Bali menjelang tahun baru," tambahnya.
Tetap Siaga meski Tren Menurun
Meski angka menunjukkan penurunan, pihak ASDP tidak menurunkan standar pengamanan dan pelayanan. Berbagai persiapan matang telah dilakukan untuk memastikan kelancaran penyeberangan lintas Jawa-Bali hingga awal tahun depan.
"Meskipun ada kecenderungan penurunan, kami tetap melakukan upaya antisipasi maksimal agar penyeberangan tetap lancar dan aman," pungkas Didi.[*]
Editor : Hari Puspita