DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Pemandangan bangku kosong terlihat di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali, Selasa (21/1/2026). Padahal baru sehari sebelumnya para legislator mendapat apresiasi atas pengumuman absensi saat rapat paripurna untuk meningkatkan kedisiplinan, namun pada Rapat Paripurna ke-26 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025-2026 kemarin, justru banyak bangku yang melompong.
Pantauan di lokasi menunjukkan deretan kursi anggota dewan banyak yang tak berpenghuni. Tak hanya anggota, di meja pimpinan pun hanya terlihat dua pimpinan DPRD yang hadir, yakni Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya (Dewa Jack) dan Wakil Ketua III IGK Kresna Budi.
Ditemui usai sidang, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya mengakui kondisi tersebut. Pria yang akrab disapa Dewa Jack itu mengungkapkan, dari total 54 anggota dewan, hanya 37 orang yang hadir secara fisik. Sementara 17 orang lainnya absen karena sedang menjalankan tugas kedinasan.
"Ada penugasan luar daerah. Hari ini ada tiga Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) yang harus dibahas di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pak Sekda dan Biro Hukum juga berangkat ke Jakarta," ujar Dewa Jack saat dikonfirmasi usai rapat.
Politikus asal Buleleng itu menjelaskan, keberangkatan tersebut dipimpin langsung oleh ketua Panitia Khusus (Pansus) masing-masing. Bahkan, Wakil Ketua DPRD Bali I Komang Nova Sewi Putra turut mendampingi para anggota DPRD Bali yang melakukan konsultasi ke Kemendagri.
Disinggung mengenai anggota yang absen berasal dari fraksi mana, Dewa Jack enggan merinci secara detail. Ia hanya menyebutkan bahwa persebaran anggota yang izin keluar daerah merata di hampir semua fraksi.
"Dua orang dari PDIP, sisanya terbagi dari fraksi-fraksi lain. Jadi memang murni karena pembagian tugas pembahasan raperda. Total yang hadir ada 37 orang," dalihnya.
Namun dari pembacaan absensi sebelum sidang, Dewa Jack merangkum jumlah kehadiran dan anggota dewan yang tidak hadir berserta keteranganya. Disampaikan alasan tidak hadir bukan karena tugas dinas saja. Ada juga yang absen karena izin ada upacara adat dan juga ada yang sakit.***
Editor : M.Ridwan