DENPASAR, RadarBali.id – Keamanan dan kenyamanan tetap menjadi pondasi utama industri pariwisata Bali. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), saat menghadiri pelantikan pengurus Bali Solidity Security Association (BSSA) di Sanur, Denpasar, Rabu (28/1/2026).
Menurut Cok Ace, kepercayaan wisatawan mancanegara sangat bergantung pada jaminan keamanan di pulau ini. Ia menyebut profesi satpam atau sekuriti memiliki peran vital sebagai benteng pertama di hotel, restoran, maupun objek wisata.
"Faktor keamanan sangat penting untuk menanamkan kepercayaan. Kita tidak bisa mendapatkan kepercayaan wisatawan manakala keamanan tidak terjamin. Garda terdepan kita adalah sekuriti, mereka adalah tumpuan harapan kita dalam menjaga Bali," tegas Cok Ace.
Sementara itu, Putu Ngurah Suadnyana selaku perwakilan BSSA menyatakan komitmennya untuk membantu pihak kepolisian dalam mengantisipasi tindak kriminal di lingkungan usaha pariwisata. Saat ini, BSSA menaungi 91 unit usaha yang terdiri dari hotel, restoran, dan sektor lainnya.
Salah satu tantangan krusial yang sering dihadapi di lapangan adalah kasus penipuan oleh oknum wisatawan, seperti tindakan dine and dash atau makan tanpa membayar.
"Kasus yang sering terjadi adalah tamu yang tidak bayar di satu restoran lalu pindah ke restoran lain. Di sinilah pentingnya koordinasi antar-sekuriti untuk saling memberikan informasi dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Suadnyana.
Dengan penguatan sinergi antara sekuriti dan pihak berwajib, diharapkan citra Bali sebagai destinasi yang aman tetap terjaga di mata dunia.[*]
Editor : Hari Puspita