Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Perayaan Imlek INTI Bali, Persatuan Dalam Keberagaman, Usung Tema Satu Langkah - Banyak Warna - Merajut Kebersamaan

Marsellus Pampur • Minggu, 22 Februari 2026 | 16:31 WIB

DISAMBUT DEWA UANG: Wagub Bali Giri Prasta menghadiri perayaan Imlek INTI Bali di Hongkong Garden, Denpasar, Jumat (20/2/2026).
DISAMBUT DEWA UANG: Wagub Bali Giri Prasta menghadiri perayaan Imlek INTI Bali di Hongkong Garden, Denpasar, Jumat (20/2/2026).

DENPASAR, raadarbali.jawapos.com - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali menggelar acara perayaan Imlek di Hongkong Garden, Denpasar Timur, pada Jumat (20/2/2026).

Perayaan ini mengusung tema besar, Satu Langkah, Banyak Warna, Merajut Kebersamaan.

Ketua INTI Bali, Agung Prianta mengatakan, perayaan Tahun Baru Imlek di tahun 2026 ini menjadi momentum untuk mempererat persatuan.

”Ini sebagian momentum memperkuat kebersamaan," tegasnya.

Sebagaimana gema yang diusung, Satu Langkah, Banyak Warna Merajut Kebersamaan, menurut dia bahwa Indonesia tak hanya dibangun oleh satu warna tertentu. Indonesia berjalan dan berdiri oleh banyak warna yang berani berjalan bersama.

Demikian pula hubungan Tionghoa dengan Bali yang bukanlah cerita baru. Sejak berabad-abad lalu, hubungan harmonis telah terjalin baik.

”Kebersamaan ini bukan suatu yang dipaksakan, tumbuh alami berabad-abad. Dan merupakan hasil dialog budaya yang saling menghormati. Di pulau ini keberagaman bukan sekadar slogan melainkan cara hidup," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta saat membacakan sambutan Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan bahwa perayaan Imlek yang digelar INTI Bali bukan sekadar pesta.

Ini merupakan pernyataan kultural yang menyiratkan bahwa Bali adalah rumah bagi keberagaman yang dihormati dan berjalan harmonis.

”Titiang (saya) melihat kontribusi Semeton tionghoa di Bali sangat luar biasa. Hubungan persaudaraan kita sudah berjalan ratusan tahun.

Tak terbantahkan bahwa akulturasi budaya Tionghoa dan Bali telah melahirkan Taksu yang unik. Lihatlah arsitektur pura kita, begitupun yang menggunakan pis bolong," urainya. 

Dia juga mengapresiasi INTI Bali yang banyak perperan pada dunia pendidikan dan sosial di Bali. Pihaknya pun mengajak agar INTI Bali terlibat aktif dan bersinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, menjaga stabilitas sosia.

”Saya mengapresiasi fokus INTI pada bidang pendidikan dan sosial. Inti telah membantu melahirkan SDM Bali yang unggul, berdaya saing, namun tetap berkarakter," tambahnya.

Dalam perayaan itu, juga menghadirkan karakter figur Dewa Uang atau Cai Shen. Tokoh dewa uang yang diperankan oleh Widyanto Putra ini berperan menyambut pra tamu undangan.

Sosok ini melambangkan berkah dan dilancarkan untuk di Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, tahun Kuda Api. Sosok ini lahir dari budaya rakyat Tiongkok yang mempersonifikasikan harapan akan kemakmuran.

Dari ranah budaya, ia masuk ke dalam tradisi Taoisme dan akhirnya diterima luas dalam praktik spiritual di kelenteng.

Di mana dalam konteks dagang Tiongkok, uang juga identik dengan keamanan keluarga, kesinambungan garis keturunan, stabilitas sosial, dan kehormatan. Ketika sesuatu menyentuh keberlangsungan hidup, ia mudah disakralkan. 

Secara filosofis, Cai Shen tidak semata-mata berbicara tentang uang. Dalam beberapa versi legenda, ia adalah pejabat yang lurus dan setia pada moral meski mengalami ketidakadilan.

Di sini tersirat pesan bahwa kekayaan yang benar lahir dari integritas. Dalam budaya Tiongkok dikenal istilah zheng cai, yakni kekayaan yang diperoleh secara benar, bukan dari tipu daya atau keserakahan. 

Maka simbol ini pada dasarnya mengaitkan kemakmuran dengan etika. Gambaran Cai Shen memegang batangan emas namun berwajah tenang menyiratkan pesan halus, dimana harta boleh dipegang, tetapi tidak boleh menguasai batin.

Editor : Rosihan Anwar
#Imlek #INTI Bali