RADAR BALI - Hujan deras yang mengguyur seluruh wilayah Bali sejak Sabtu malam (22/2) hingga saat ini menyebabkan sejumlah titik di Kota Denpasar dan sekitarnya terendam banjir.
Intensitas hujan yang tinggi selama 48 jam terakhir memicu luapan air sungai hingga pohon tumbang di berbagai lokasi strategis.
Titik Banjir di Denpasar
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Denpasar melaporkan situasi darurat di beberapa titik.
Petugas melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir di Jalan Pungutan, Gang Jasmin, Sanur.
Genangan dengan ketinggian bervariasi mulai 30 sentimeter hingga 1 meter dilaporkan merendam wilayah Sidakarya, Pemogan, Padangsambian, serta sepanjang Jalan Hang Tuah di kawasan Sanur.
Genangan juga dilaporkan terjadi di Jalan Tukad Balian Gang Babakan Sari, Jalan Tegal Wangi Gang Tegal Jaya, Jalan Tukad Nyali Gang V, Jalan By Pass Ngurah Rai, Jalan Sekuta Gang Mangga, Jalan Taman Pancing Timur Gang Lestari, Jalan Raya Sesetan Gang Pantusari dan Gang Jalak.
Genangan juga dilaporkan terjadi di Jalan Siulan Gang Lely akibat jebolnya tanggul sungai, Jalan Antasura Gang Tanjung, Jalan Pulau Ayu Selatan Gang 1, Jalan Pengiasan III Sanur, Jalan Kerta Dalem Gang Kayu Santen, Jalan Imam Bonjol Gang Air Mancur, dan Jalan Tukad Badung no 49.
Sedangkan Sungai Tukad Badung yang melintasi kawasan pusat Kota Denpasar dilaporkan pada pukul 05.00 WITA ketinggian airnya sudah mencapai tubir sungai.
Sejumlah pohon dilaporkan tumbang, termasuk di Jalan Pulau Moyo di kawasan Pedungan. Sebuah mobil juga dilaporkan terjebak banjir dan tertimpa pohon tumbang di Jalan Hang Tuah.
Peringatan Cuaca Ekstrem dan Fenomena MJO
Masyarakat Bali diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga 25 Februari 2026.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BBMKG Wilayah III Denpasar telah mengeluarkan peringatan menyusul hujan tanpa henti yang melanda Pulau Dewata.
Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar Luh Eka Arisanti menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia yang memengaruhi pembentukan awan hujan.
Status Siaga
Berdasarkan pengamatan meteorologi, status cuaca ekstrem di Bali pada 23-24 Februari 2026 masih berada pada kategori siaga untuk wilayah Badung, Denpasar, dan Klungkung.
Sementara itu, daerah lainnya seperti Buleleng, Gianyar, Jembrana, Karangasem, Tabanan, dan Bangli masuk dalam kategori waspada.
Angin kencang dengan kecepatan maksimum diprediksi mencapai 48 km/jam berpotensi melanda wilayah Denpasar, Badung, Buleleng, Karangasem, Klungkung, dan Gianyar.
Selain di darat, peringatan juga berlaku untuk wilayah perairan dengan tinggi gelombang laut yang berpotensi mencapai dua meter atau lebih di perairan selatan Bali, Selat Lombok, Selat Badung, dan Selat Bali bagian selatan.
Imbauan untuk Masyarakat
Pihak BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang masih akan terus berlangsung dalam durasi singkat.
"Masyarakat perlu mewaspadai genangan air, tanah longsor di wilayah rawan, serta pohon tumbang apabila hujan disertai angin kencang," kata Prakirawan BBMKG Wilayah III Bali Luh Arisanti.***
Editor : Ibnu Yunianto