Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Koster Kaget Ada 20 Ribu Anak Putus Sekolah di Bali, dan 3 Ribuan Anak Terlantar, Gencar Akan Jemput Bola

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 24 Februari 2026 | 22:04 WIB

KAGET: Gubernur Wayan Koster saat teken MoU Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali
KAGET: Gubernur Wayan Koster saat teken MoU Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Bali yang menjadi primadona pariwisata ternyata masih menyimpan persoalan anak putus sekolah dan anak terlantar. Hal itu terungkap saat Pemerintah Provinsi Bali melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang kerja sama pemenuhan hak administrasi kependudukan bagi anak terlantar di Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, kemarin (24/2).

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan, jumlah anak putus sekolah mencapai 20 ribu orang, sedangkan anak terlantar sebanyak 3 ribu orang. Ia pun akan melakukan pendataan lebih lanjut karena jumlah tersebut dinilai cukup besar.

“Belum pernah saya memikirkan hal ini. Jadi saya langsung merespons dan bergerak cepat untuk menandatangani MoU terkait penanganan anak terlantar di Provinsi Bali,” ujar Koster.

Meski jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Bali yang mencapai 4,4 juta jiwa angka tersebut relatif kecil, Koster menilai persoalan itu tetap harus menjadi perhatian serius dan ditangani dengan sistem jemput bola.

“Kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk Bali 4,4 juta memang kecil. Tapi 3 ribu anak terlantar itu besar. Jangankan 3 ribu, 1 ribu pun besar. Banyak itu,” imbuhnya.

Data tersebut diharapkan dapat menggugah kesadaran bersama untuk mengatasi persoalan anak terlantar di Bali yang selama ini luput dari perhatian, termasuk dirinya sebagai gubernur.

Ke depan, akan disusun panduan lanjutan serta memperkuat sinergi di tingkat perangkat daerah dengan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pendidikan, hingga turun ke kepala desa, perbekel, dan desa adat.

“Kami jemput bola berbasis desa dan desa adat untuk menemukan anak-anak terlantar di seluruh wilayah Provinsi Bali. Agar negara hadir menyelesaikan persoalan anak-anak ini dengan skema kebijakan yang dijalankan bersama-sama sebagaimana arahan Jaksa Agung Muda,” tandasnya.

Ditemui usai acara, Koster mengaku kaget dengan data yang diberikan. Adanya sekitar 20 ribu anak putus sekolah dan 3 ribu anak terlantar akan menjadi perhatian serius dengan melakukan pendataan ulang.

“Segera rakor dengan bupati/wali kota se-Bali dengan melibatkan kepala dinas terkait untuk aktif jemput bola dalam menangani anak terlantar ini. Saya kaget dengan data sekitar 3 ribuan anak. Ini data sementara, kami dalami lagi dan lakukan pendataan ulang agar mendapat kepastian jumlahnya,” jelasnya.***

Editor : M.Ridwan
#anak putus sekolah #anak terlantar #gubernur wayan koster