Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pemenang Tender PSEL Bali Segera Diumumkan, Target Operasional Oktober 2027

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 27 Februari 2026 | 08:56 WIB

PSEL Surabaya di TPA Benowo. Danantara mengumumkan investor PSEL Denpasar Raya di Pesanggaran pada Februari 2026 dan ground breaking Maret 2026.
PSEL Surabaya di TPA Benowo. Danantara mengumumkan investor PSEL Denpasar Raya di Pesanggaran pada Februari 2026 dan ground breaking Maret 2026.

RADAR BALI - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bergerak cepat dalam menuntaskan persoalan sampah melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Direktur Investasi PT Danantara Investment Management Fadli Rahman mengonfirmasi bahwa pihaknya akan segera mengumumkan perusahaan pemenang tender proyek strategis nasional untuk empat kota besar, termasuk Denpasar, Bekasi, Bogor, dan Yogyakarta.

Keputusan krusial ini dijadwalkan akan disampaikan langsung oleh CEO BPI Danantara Rosan Roeslani pada Maret 2026.

Penentuan pemenang didasarkan pada kriteria ketat sesuai Peraturan Presiden RI Nomor 109 Tahun 2025 yang menitikberatkan pada aspek teknikal, kekuatan finansial, serta pengelolaan risiko yang terukur.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam menangani kedaruratan sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui skema Waste to Energy (WtE).

Tercatat sebanyak 24 perusahaan internasional dari China, Prancis, dan Jepang telah bersaing ketat dalam proses seleksi.

Mayoritas peserta berasal dari China dengan total 20 perusahaan, disusul tiga perusahaan dari Jepang, dan satu dari Prancis.

Di setiap lokasi, satu perusahaan internasional akan dipilih untuk membentuk konsorsium dengan perusahaan domestik dan menggandeng mitra lokal guna memastikan keberlangsungan proyek.

Bobot penilaian terbesar terletak pada teknologi WtE, baik dari sisi desain maupun eksekusi teknis.

Mengingat Indonesia belum memiliki teknologi mandiri dalam pengolahan sampah menjadi listrik, pemenang tender diwajibkan melakukan transfer teknologi.

Hal ini mencakup program pelatihan bagi tenaga kerja lokal, bahkan pengiriman personel untuk belajar langsung ke negara asal perusahaan pemenang.

Dari sisi pendanaan, kebutuhan investasi untuk tahap pertama ini diperkirakan mencapai 150 hingga 170 juta dolar AS di setiap lokasi.

Skema pembiayaan akan menggunakan komposisi 70 persen investasi asing langsung (FDI) dan 30 persen ekuitas dari Danantara.

Dengan total kebutuhan mencapai sedikitnya 600 juta dolar AS untuk empat kota awal, proyek ini diharapkan rampung sepenuhnya pada Oktober 2027.

Setelah fase pertama ini tuntas, Danantara telah menyiapkan rencana ekspansi yang lebih luas.

Secara total, terdapat target pembangunan di 33 lokasi di seluruh Indonesia.

Lelang tahap berikutnya untuk 9 kota lainnya direncanakan akan segera digelar pada April 2026 atau tepat setelah momen Lebaran, guna memastikan akselerasi infrastruktur hijau ini terus berjalan sesuai jadwal.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Proyek Strategis Nasional #Fadli Rahman #Pengolahan Sampah Denpasar #Sampah Menjadi Energi #Waste to Energy #investasi bali #rosan roeslani #Teknologi WtE #infrastruktur bali #bpi danantara #PSEL Bali