DENPASAR, RadarBali.id – Ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Pulau Dewata semakin kokoh. Komotra Taxi Bali secara resmi melakukan peremajaan armada dengan menggandeng Green Smart Mobility (Green SM).
Ini dilakukan untuk menghadirkan taksi listrik terbaru. Peluncuran ini dilakukan di kawasan Renon, Denpasar Timur, pada Jumat (27/2/2026) sore.
Langkah ini bukan sekadar pembaruan unit, melainkan komitmen nyata dalam mendukung transformasi transportasi hijau di Bali.
Patuh Regulasi dan Dorong Ekosistem Hijau
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta, menegaskan bahwa peremajaan ini merupakan wujud kepatuhan terhadap regulasi daerah. Berdasarkan Perda Nomor 4 Tahun 2016, usia operasional taksi dibatasi maksimal 10 tahun demi menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang.
Lebih dari itu, penggunaan unit listrik ini selaras dengan visi besar pemerintah daerah.
"Ini adalah implementasi dari Pergub Nomor 48 Tahun 2019 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Kami terus berupaya membangun ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Bali," ujar Mudarta.
Sentuhan Lokal dan Pelayanan Kelas Dunia
Mengingat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata internasional, Mudarta menekankan dua poin krusial dalam operasional taksi listrik ini:
- Branding Bali: Penggunaan sumber daya lokal dan penonjolan identitas Bali dalam operasional harian.
- Jiwa Pelayanan (Service Mindset): Para pengemudi diharapkan tidak hanya mahir berlalu lintas, tetapi juga memiliki etika pelayanan yang tinggi karena mereka adalah garda terdepan pariwisata Bali.
Siap Berkolaborasi
Pada kesempatan yang sama, Managing Director Green SM Indonesia, Deny Tjia, menyatakan bahwa seluruh armada yang diluncurkan telah memenuhi standar regulasi yang berlaku. Ia juga menegaskan keterbukaan pihaknya untuk terus berkolaborasi dalam memajukan transportasi publik yang berkelanjutan di Indonesia, khususnya Bali.
Dengan hadirnya Green SM dan Komotra Taxi, wisatawan kini memiliki pilihan transportasi yang tidak hanya nyaman, tetapi juga bebas emisi saat berkeliling Pulau Seribu Pura.[*]
Editor : Hari Puspita