Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Timur Tengah Membara Akibat Kinflik Perang, Disnaker Bali Pastikan Tak Ada PMI Krama' Bali di Iran

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 4 Maret 2026 | 08:20 WIB

Ilustrasi perang antara Israel-Amerika Serikat versus Iran
Ilustrasi perang antara Israel-Amerika Serikat versus Iran

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Konflik antara Israel-AS dengan Iran sedang membara. Serangan terus terjadi hingga saat ini. Hal yang menjadi masalah adalah banyaknya warga Bali yang bekerja di kawasan Timur Tengah dipastikan akan terdampak.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Bali memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang bekerja di Iran.

​Diwawancarai kemarin (3//2026), Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan BP3MI (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Provinsi Bali serta dinas ketenagakerjaan di kabupaten/kota untuk menyisir jumlah PMI asal Bali yang bekerja di negara-negara Timur Tengah.

"Sampai saat ini belum ada laporan PMI asal Bali yang bekerja di Iran," ujarnya.

​Berdasarkan data yang dihimpun dari BP3MI dan situs resmi BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia), pada tahun 2025 tercatat sebanyak 2.490 PMI asal Bali bekerja di kawasan Timur Tengah. Sementara itu, pada 2026 (hingga Februari), tercatat sebanyak 187 orang.

​PMI yang bekerja di kawasan Timur Tengah tersebar di sebelas negara pada 2025, di antaranya Turki, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, Oman, Qatar, Bahrain, Lebanon, dan Mesir. Tidak terdapat penempatan PMI asal Bali ke Iran pada tahun tersebut.

Disebutkan sempat ada satu orang yang bekerja di negara yang dijuluki Negeri Persia tersebut, namun itu terjadi pada tahun 2024.

​Penempatan paling banyak pada tahun 2025 adalah di Turki, yang didominasi oleh pekerjaan di sektor hospitality dan wellness therapist (terapis spa).

Dalam upaya inventarisasi data, Pemprov Bali juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Jembrana yang dikenal sebagai salah satu daerah pengirim PMI terbanyak.

​Gus Setiawan mengaku terus berkoordinasi dengan perwakilan RI di luar negeri untuk memastikan keadaan WNI, baik yang berstatus PMI maupun yang telah berkeluarga dengan warga negara asing.

“Kami siaga dan terus memperbarui informasi. Negara pasti hadir untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi warga negara Indonesia, termasuk krama Bali yang berada di luar negeri,” tegasnya.

​Apabila terdapat perkembangan terbaru atau laporan PMI yang terdampak, langkah penanganan dan perlindungan akan segera dilakukan sebagaimana pengalaman pada peristiwa-peristiwa sebelumnya.

Namun, hingga saat ini, pemerintah belum ada menerima pengaduan maupun laporan resmi terkait PMI asal Bali yang berada di Iran.***

Editor : M.Ridwan
#pemprov bali #Perang Israel dan Iran #pmi #pekerja migran #krama bali #radarbali