Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Polda Bali Kerahkan 2.076 Personel, KRYD Digencarkan Jelang Operasi Ketupat Agung 2026

I Wayan Widyantara • Rabu, 11 Maret 2026 | 07:24 WIB

 

PENGAMANAN HARI RAYA: Karo Ops Polda Bali Kombes Pol. Soelistijono yang didampingi Dirsamapta Polda Bali.
PENGAMANAN HARI RAYA: Karo Ops Polda Bali Kombes Pol. Soelistijono yang didampingi Dirsamapta Polda Bali.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com — Kepolisian Daerah (Polda) Bali mengerahkan sebanyak 2.076 personel dalam pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026.

Ribuan personel tersebut merupakan gabungan dari 488 personel Polda Bali dan 1.588 personel dari Polres jajaran di seluruh wilayah Bali. Mereka disiagakan secara serentak untuk melakukan pengawasan, patroli, serta berbagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan.

KRYD dilaksanakan selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi langkah antisipatif kepolisian mengingat potensi kerawanan keamanan biasanya meningkat menjelang hari raya, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

 Baca Juga: Langkah Cepat, Pemprov Bali Salurkan Bantuan Korban Banjir Besar di Kabupaten Buleleng

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, mengatakan pengerahan ribuan personel tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di Bali menjelang Operasi Ketupat Agung 2026.

”Sebanyak 2.076 personel kami kerahkan dalam KRYD ini sebagai langkah preventif untuk memastikan situasi Kamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap aman dan kondusif sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026,” ujar Ariasandy.

Dalam pelaksanaannya, personel di lapangan melakukan patroli dan pengawasan di berbagai titik strategis, termasuk kawasan permukiman, pusat keramaian, pusat perbelanjaan, hingga jalur-jalur utama yang menjadi pusat mobilitas masyarakat.

Adapun sasaran utama kegiatan ini meliputi penindakan terhadap peredaran minuman keras ilegal, praktik perjudian, prostitusi, penyalahgunaan narkoba, serta penggunaan dan peredaran petasan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

 Baca Juga: Musim Angin Timur, Pantai Teluk Gilimanuk Dikepung Sampah Kiriman

Selain itu, aparat kepolisian juga melakukan pemantauan terhadap aktivitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik lebih awal serta berbagai kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Menurut Ariasandy, kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa serta masyarakat yang beraktivitas sehari-hari.

”Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dan beraktivitas dengan tenang. Melalui kegiatan ini kami berharap potensi kejahatan dan gangguan kamtibmas dapat ditekan secara maksimal,” katanya.

 Baca Juga: Paksaan Pemerintah Tangani Sampah Dinilai Hanya Lemparkan Tanggung Jawab, Pengamat: Aroma Anggaran di Balik Krisis Ekologis

Dengan penguatan patroli dan pengawasan di berbagai wilayah, Polda Bali berharap situasi keamanan di Pulau Dewata tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menyambut pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026 dengan rasa aman, tertib, dan nyaman.

Sementara itu, dalam rangka meningkatkan kesiapan personel menghadapi rangkaian pengamanan hari raya, Polda Bali juga menggelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan latihan pra Operasi Ketupat Agung 2026 di Gedung Presisi Polda Bali, Selasa (10/3).

Kegiatan ini dibuka oleh Karo Ops Polda Bali Kombes Pol. Soelistijono yang didampingi Dirsamapta Polda Bali Kombes Pol. Ronny Lumban Gaol serta Wadir Lantas Polda Bali AKBP I Gede Putra.

Latihan pra operasi tersebut mengusung tema “Melalui Latihan Pra Operasi Kita Tingkatkan Kemampuan dan Profesionalisme Polri Dalam Pelayanan Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Guna Memelihara Keamanan Dalam Negeri.”

 Baca Juga: Prediksi Cuaca Bali Hari Ini, Rabu (11/3/2026) : Laut Utaran Ombak ),5-1 Meter, Selatan Capai 2 Meter

Dalam sambutannya, Karo Ops Polda Bali menjelaskan bahwa kegiatan latihan pra operasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memberikan arahan, serta meningkatkan kemampuan personel yang akan terlibat dalam Operasi Ketupat Agung 2026.

Menurutnya, latihan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel baik secara individu maupun kesatuan dalam menghadapi berbagai potensi situasi di lapangan.

”Latihan Pra Operasi ini merupakan momentum terbaik bagi Polri untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat yang akan merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H,” ujar Soelistijono.

Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan sikap humanis dalam menjalankan tugas pengamanan di lapangan. Personel diminta memperhatikan sikap tampang, kelengkapan perorangan, serta kesiapsiagaan dalam bertindak saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

”Untuk itu kepada seluruh personel, cermati dengan baik arahan dan pembekalan dari instruktur. Tunjukkan kesiapan bertugas melayani masyarakat secara humanis di lapangan,” tegasnya.

Melalui kegiatan latihan dan peningkatan kemampuan tersebut, Polda Bali berharap seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Agung 2026 dapat menjalankan tugas pengamanan secara optimal sehingga perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri di Bali dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.***

Editor : M.Ridwan
#operasi ketupat agung #Pengamanan Hari Raya Idul Fitri #polda bali #radarbali