TABANAN, RadarBali.id – Kelanjutan pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi sepanjang 90 kilometer kini berada di titik nadir.
Hingga Selasa (24/3/2026), belum ada kepastian mengenai perpanjangan Penetapan Lokasi (Penlok) yang telah habis masa berlakunya sejak 25 Februari 2025 lalu.
Ketua Forum Perbekel Desa Terdampak Tol Gilimanuk-Mengwi, I Nyoman Arnawa, mengungkapkan bahwa masyarakat mulai jenuh dengan ketidakpastian proyek ini.
Bahkan, banyak warga yang kini justru berharap proyek tersebut dibatalkan.
"Warga sudah tidak mau pusing, malah banyak yang berdoa biar tidak jadi saja karena capek menunggu. Kalau tidak jadi, ya sudah tidak apa-apa," ungkap Arnawa yang juga Perbekel Desa Lalanglinggah.
Arnawa menambahkan, muncul kabar adanya perubahan segmen proyek, termasuk penghapusan Seksi 1 di wilayah Jembrana. Ia mendesak pemerintah segera memberikan pernyataan resmi.
Menurutnya, jika Penlok tidak diperpanjang, status lahan milik masyarakat harus segera dikembalikan seperti semula sesuai aturan yang berlaku.[*]
Editor : Hari Puspita