DENPASAR, RadarBali.id – Gubernur Bali Wayan Koster secara blak-blakan meminta jajaran pejabat Pemprov Bali, termasuk Wakil Gubernur, untuk memberikan contoh nyata dalam transisi energi bersih.
Sentilan ini disampaikan Koster saat memberikan pengarahan di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga: Bukan Cuma Jaga Keamanan, Polri 2026 Cari Ahli Tani dan Ternak Lewat Jalur Bakomsus, Ini Syaratnya!
Koster secara khusus menyinggung penggunaan kendaraan dinas listrik merek Denza (BYD) yang telah disediakan untuk operasional pimpinan daerah. Ia menyayangkan jika kendaraan ramah lingkungan tersebut jarang digunakan, sementara kendaraan konvensional jenis Alphard masih sering terlihat di jalanan.
"Pak Wagub tolong ya, rajin-rajin pakai kendaraan listrik supaya masyarakat lihat. Kita yang mengeluarkan aturan, kita yang menerapkan kebijakan, maka kita jugalah yang harus menjadi contoh," tegas Koster di sela pidatonya.
Selain sebagai bentuk kampanye Green Island, Koster menilai peralihan ke kendaraan listrik merupakan langkah strategis di tengah ketidakpastian suplai BBM akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Ia pun menginstruksikan Sekda Bali untuk menyusun skema agar seluruh kendaraan operasional perangkat daerah beralih ke tenaga listrik, baik melalui pengadaan mandiri maupun skema cicilan melalui Perumda.
"Sekarang ada penghematan BBM karena perang akan mengurangi suplai energi. Kalau tiba-tiba dibatasi, yang listrik akan laku karena tidak perlu BBM. Ini sangat bagus dan ramah lingkungan," jelasnya.
Saat ini, Bali menempati posisi kedua secara nasional dalam penggunaan kendaraan listrik setelah Jakarta. Koster optimis, konsistensi para pejabat di jalanan akan mempercepat terwujudnya visi Bali sebagai pulau hijau yang mandiri energi.[*]
Editor : Hari Puspita